Analisis

Jokowi Shalat Jum’at Bersama di Monas, Prediksi Denny Siregar Jitu Lagi

Jum’at, 02 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Lagi-lagi prediksi Denny Siregar tentang kehadiran Presiden Jokowi dalam aksi demo saat shalat Jum’at di Monas terbukti jitu, sebelumnya Denny Siregar juga memperediksikan bahwa Ahok dijadikan tersangka, dan akhirnya kejadian itu terbukti.

Jokowi ditemani Wakil Presiden Yusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ikut hadir dalam shalat Jum’at, bahkan Presiden Jokowi sempat memberikan pesan dan pesan dihadapan massa. (Baca: Ahok Jadi Tersangka, Prediksi Jitu Denny Siregar Terbukti)

Berikut tulisan Denny Siregar:

JOKOWI SHALAT JUM’AT

Jum’at ini akan ada aksi shalat Jum’at bersama dengan tema “Bela Islam III” yang sudah dilokalisir di Monas.

Pertanyaannya, apakah Pakde ikut shalat Jum’at disana atau tidak? Sebelum menjawab, kita coba lihat ke belakang dulu untuk memetakan situasinya.

Sesudah demo besar 411, tampak langkah-langkah yang dilakukan pemerintah sangat efektif meredam potensi kerusuhan. Apresiasi tinggi kepada Kapolri Tito yang sukses mendeteksi potensi kerusuhan dengan melakukan pengamanan tanpa terjadi bentrokan. (Baca: Jokowi: 2 Desember Tidak Ada Demo, Tapi Do’a Bersama)

Situasi genting berhasil kita lewati tanpa ada masalah yang berarti. Angkat topi juga kepada Pakde yang sudah memilih orang yang tepat di waktu yang tepat. Beliau memang pemain catur yang handal.

Melepaskan Ahok dari urusan polisi dengan menjadikannya tersangka, adalah langkah yang juga brilian. Dengan demikian barisan mereka terpecah antara mereka yang akhirnya menjadi rasional karena sudah menyerahkannya kepada hukum dan mereka yang tetap emosional karena memang punya kepentingan..

Dengan begitu, peserta demo 212 diperkirakan akan jauh berkurang dari sebelumnya. Karena itulah, untuk menambal jumlah peserta demo dilibatkan buruh. Makin kesini, makin tidak jelas tujuan demo… Di ada-adakan.

Dengan kemampuan lobby yang baik oleh Kapolri, maka terjadi kesepakatan bahwa hanya akan dilaksanakan shalat Jum’at dengan dzikir dan do’a. Itupun sudah tidak di jalan raya, tapi di sekitaran Monas. Sampai disini sebenarnya sudah bisa diihat bahwa pemerintah sudah mengendalikan permainan dan ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor asing. (Baca: Surat Terbuka Denny Siregar Kepada Jokowi)

Belum selesai sampai disini seharusnya..

Kemungkinan Pakde akan ikut shalat Jum’at bersama disana. Hadirnya beliau disana bukan karena mengakomodir tuntutan pendemo, tetapi lebih kepada memberikan pesan bahwa situasi aman terkendali. Presiden adalah simbol dan hadirnya sebuah simbol menjadi sangat penting untuk memberikan pesan kepada masyarakat dan dunia internasional bahwa Indonesia dalam kondisi aman.

Itu jika tidak ada kejadian khusus yang membuat keamanan membatalkan kehadirannya..

Mungkin saja Presiden mengajak pejabat lainnya termasuk rival politiknya dulu, Prabowo, sebagai simbol persatuan. (Baca: Denny Siregar dan Cara Perang Politik Cerdas Jokowi)

Bagaimana pak mantan? Mungkin siap-siap konperensi pers dengan bla bla tentang bla yang bla dengan nada bla bla.. “Saya bla..”

Dan jika ini terjadi, maka kemenangan sesungguhnya adalah milik bangsa Indonesia yang berhasil melewati krisis akibat kekurang-dewasaan dalam berdemokrasi. Indonesia akan menumbuhkan kekaguman dari dunia luar bahwa bangsa ini mulai menuju matang. Mungkin saja akan dijadikan proyek percontohan dalam menghadapi tekanan tanpa kekerasan..

“Benarkah informasi mu, Den..?”.

“Mau taruhan lagi? Kamu dah kalah setahun gak pake celana dalam masak mau nambah? Bukan gondal gandul lagi nantinya, tapi pating pecotot…”

Temanku bingung apa arti pating pecotot. Kopinya sampai gak diminum. Gak mau rugi, kuambil cangkirnya.. Seruputtt.. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

1 Comment

1 Comment

  1. Baso

    December 3, 2016 at 11:33 pm

    Ass…Bagus analisanya…mungkin perlu saya tambahkan, bahwa disamping kita mengapresiasi penanganan yang cerdas dari pemerintah terhadap aksi demo, kita juga harus membaca strategi dibalik demo2 yang telah dilaksanakan. Seperti kita ketahui, kelompok penganut paham radikal dari berbagai tingkatan, mulai dari yg paling halus yg sering berteriak kafir, dan suka menebar kebencian dgn membawa2 agama sampai pada yg sdh mengarah pada pelaku2 teror, akan terus menanamkan pengaruh dan mencari pengikut. Kita semua sudah tahu siapa itu habib riziek…Dengan melihat sepak terjangnya selama ini tdk bisa dibantah bahwa dia penganut paham radikal yg suka menebar ajaran intoleransi, kekerasan dan pengkafiran yg mana sangat merusak kebhinekaan dan rasa persatuan Indonesia. Kejadian keseleo lidah ahok dimanfaatkan betul oleh kelompok radikal ini utk mendapatkan panggung di tengah2 mayoritas umat muslim moderat. Secara cerdik mereka menarik org2 moderat utk perlahan2 memiliki paham yg sama dgn mereka yaitu paham kebencian terutama pada non muslim, dan juga muslim moderat yg tdk sepaham dgn mereka. Keseleo lidah ahok dimanfaatkan betul oleh mereka utk menumbuhkan rasa kebencian kepada ahok secara pribadi dan pasti berimbas pada agama ahok, termasuk umat muslim yg mendukung ahok.
    Cara2 licik dan cukup licin ini terlihat, dengan mereka mempengaruhi MUI, yg awalnya beberapa ulama memang protes (sebatas protes), menjadi ikut mendukung aksi bela islam 1 dan 2. Demikian juga ketidaksetujuan MUI dan mayoritas tokoh Islam pd aksi bela islam 3 yg digagas oleh HRS dkk, sebenarnya sdh terlihat dgn statemen2 yg keluar dari personil MUI, NU, Muhammadiyah yg mana mereka menyarankan tdk usah demo lagi. krn kasus sdh ditangani Polisi dan ahok sdh tersangka. Tetapi karena memang sifat2 dari paham radikal adalah kebencian, dan show kekuatan, maka ibaratnya sebelum ahok dibunuh, mereka tdk akan diam, maka dengan segala macam akal bulus mereka mempengaruhi MUI dan beberapa tokoh muslim utk mendukung rencana mereka. Menurut saya, Sebenarnya yg membuat mereka marah sama ahok, bukan perkataan ahok, tapi karena agama ahok!!..itu jelas!..karena doktrin faham wahabi ini adalah mereka membenci Yahudi dan Nasrani, yg mana mereka terpengaruh dgn sejarah dan 1.2 ayat dlm alquran yg dipahami secara sempit dan parsial. Jadi mau benar atau salah si ahok, pasti ahok salah dimata mereka, krn menurut mereka ahok kafir yg harus dibenci!!..doktrin kebencian inilah menurut saya yg menyesatkan mereka, sehingga muncul tindakan2 intoleran, kekerasan dan dendam terhadap non muslim dan juga muslim yg tdk sepaham. Bahkan Gusdurpun pernah dikafirkan oleh mereka (silahkan baca buku Ilusi negara Islam karya Gusdur/Wahid Institute, Maarif, dan Mustofa Bisri)…mari kita semua tengok ke belakang, bagaimana fpi/habib risik dkk dgn segala cara menolak ahok tatkala maju bersama jokowi dlm pilkada dki 2012, termasuk membuat gubernur tandingan saat ahok dilantik jadi gubernur.
    Artinya apa??..kita bangsa Indonesia saat ini sedang disuguhi permainan tingkat tinggi dari kaum radikal. Tujuan mereka tidak lain adalah ingin menjadikan muslim Indonesia berpaham fanatis sempit/radikal, yaitu penuh amarah, dendam, dan memusuhi yg dilabeli kafir. Karena menurut mereka itulah Islam yg paling benar!!….
    Pertanyaannya adalah, apa akibatnya jika kelompok mereka menjadi berkembang di Indonesia???
    Jika kita melihat sejarah baik di timteng maupun di Indonesia, maka jika mereka berkembang, sudah pasti negara tersebut akan kacau dan akan terjadi pertumpaham darah. Kenapa demikian??
    Silahkan dipelajari bagaimana sifat dan karakter dari ideologi/paham mereka…Ideologi mereka (wahabi radikal) jika terdoktrin ke seseorg, maka akan melahirkan org2 yg keras hati, pemarah, gampang tersinggung, pemikiran sempit, tapi militan dan merasa paling benar. Ciri khas mereka adalah suka menebar statemen utk mengkafirkan agama lain bahkan dalam kondisi tertentu mengkafirkan sesama umat muslim lain yg tdk mendukung mereka. Mereka terbiasa menterjemahkan alquran secara tekstual dan parsial yg disesuaikan dengan tujuan2 politik mereka terutama utk mendirikan negara agama versi mereka. Makanya jika kita teliti dgn cermat, org2 ini meskipun ada yg ngomong NKRI harga mati tapi dihati kecil mereka tdk demikian. Mereka tetap menginginkan terbentuknya negara agama versi mereka.
    Akibat dari karakter dasar paham mereka yg kaku spt itu, maka tdk jarang mereka jika sdh tdk sepaham, maka akan terpecah dan bisa saling bunuh/perang/bermusuhan. Lihat bagaimana alqaeda terpecah dan muncul ISIS, dan isis sekarang mengkafirkan alqaeda. Di Indonesia MMI pimpinan abu bakar baasyir, menjadi JAT dan JAT pacah lagi jadi JAS.
    Mengapa mereka berbahaya??..Jika mereka sdh cukup kuat, maka tdk segan2 melakukan intoleransi, pemaksaan, bahkan akan berlanjut membunuh, membom gereja, masjid yg tdk sepaham dgn mereka (lihat Bom masjid di solo) dan Lihat yg terjadi di Pakistan dan Afganistan. Ingat, jika sdh terdoktrin dgn paham radikal, maka seseorg akan siap mati demi agama, dan justru cenderung ingin berkonflik agar dia merasa benar2 berjuang demi agama!!(padahal sebenarnya bukan buat agama, tetapi utk politik mereka yg dibungkus dgn agama)..artinya apa??…jika bangsa kita tdk sadar akan strategi yg dimainkan kelompok radikal ini saat ini, maka tinggal menunggu waktu kita bangsa Indonesia akan terpecah2 dan saling perang seperti pakistan afganistan dan suriah…apalagi kondisi negara Indonesia yg mana di beberapa daerah mayoritas adalah non muslim…sudah pasti konflik dari kelompok mereka dan non muslim tdk bisa dihindari.
    Kesimpulannya apa?..kasus ahok hanya dijadikan kuda tunggangan mereka utk menebar ideologi mereka di Indonesia, dan jika bangsa kita tdk sadar2 juga, maka kedepan kita akan melihat, saudara kita, teman kita, bahkan suami, istri atau anak kita secara perlahan berubah menjadi berpaham radikal. Karena paham radikal dengan cerdiknya menyasar org2 yg dulunya tdk terlalu paham agama, kemudian mereka doktrin dgn pemahaman agama versi mereka yg terkesan masuk akal dan sesuai kitab suci, dan doktrin2 ini paling banyak dilakukan melalui masjid2 dan di internet/medsos… dan propaganda yg paling ampuh yg membuat umat muslim terpengaruh dan mendukung mereka adalah suatu kejadian, dikemas seolah2 umat muslim dan islam disholimi atau menjadi korban!!!propaganda ini sangat ampuh mendapatkan pengikut dan sudah banyak yg jadi korban propaganda mereka!!.. Contoh nyata, pernyataan ahok sebenarnya tdk mengandung penistaan, karena ahok tdk dengan sengaja mau menghina, dan ahok sudah beberapa kali minta maaf, tapi apa yg dibuat HBR dkk??…kejadian tersebut dikemas menjadi ahok memusuhi islam dan ahok menista alquran dan islam!! Awalnya banyak umat muslim yg tdk merasa pernyataan ahok penistaan, tetapi karena kemasan dan propaganda mereka seperti diatas,maka sekarang menjadi semakin banyak yg menganggap ahok menista, bahkan sampai rela berjalan kaki dari ciamis ke monas!!.(persoalan ini berkembang dan sudah jauh sekali dari kebenaran yg sesungguhnya).

    .Pertanyaannya mengapa umat muslim awam banyak yg jadi korban??..itu karena penjelasan2 mereka dalam menterjemahkan ayat secara tekstual sangat gampang dipahami dan diterima oleh muslim yg masih awam dalam agama (doktrin mereka adalah harus kembali ke alquran dan hadits dan kitab suci harus dipahami secara tekstual, sebagaimana yg dilakukan oleh para teroris amrozi dkk) dan ditambah dgn cerita dan2 yg dibuat seolah2 umat muslim selalu disholimi atau islam disholimi dll…
    Itulah yg terjadi saat ini saudara2ku…. semoga umat muslim moderat Indonesia cepat2 siuman dan bangun dari tidurnya utk menangkal faham radikal yg sangat berpotensi menghancurkan keagungan agama islam itu sendiri dan bangsa kita …ass

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: