Nasional

Jonru Kader PKS Ancaman Kedaulatan NKRI Sebarkan Fitnah SARA

Salafynews.com, JAKARTA – Dalam salah satu akun facebook atas nama Jody Ananda yang membongkar fitnah dan menyebabkan gesekan antara Islam dan kristen tentang kasus ditolaknya izin acara salah satu majelis pengajian oleh Gubernur Ahok.

Izinkan saya sebelum melanjutkan posting ini, membacakan al-Fatihah kepada almarhum Habib Munzir al-Musawa, kepada guru beliau Habib Umar bin Hafidz, dan kepada moyang beliau, Sayyidina wa Maulana Muhammad ibn Abdullah SAW, dengan harapan agar Tuhan selalu membimbing kita semua. (Baca Jonru Wahabi, Kader PKS Bela Saudi Salahkan Jokowi Atas Tragedi Runtuhnya Crane di Masjidil Haram)

Kader PKS Jonru Tebarkan Isu SARA

Sekedar pengantar, sejak 2007, saya sudah menyimak tulisan, pengajian dari -Allah Yarhamhu– Habib Munzir melalui media situs Majelis Rasulullah, dan sempat berdiskusi dalam forum Majelis Rasulullah dengan beliau langsung. Beliaupun berkenan mengijazahkan Wirid Lathif, amalan wirid utama jamaah Majelis Rasulullah Alhamdulillah wa syukurillah.

Bagi saya, dakwah beliau adalah dakwah yang lembut, merangkul dan penuh hikmah. Tentu saja karena beliau berjalan menapaki jejak datuknya, Nabbiyyina Muhammad SAW, melalui jalan Ahlussunnah wal Jama’ah. (Baca Jangan Suntikkan Racun “JONRU” Wahabi Ke Islam Nusantaraku)

******

Hati saya menangis melihat News Feed hari ini, yang berisi kecaman terhadap Ahok, terkait tidak diizinkannya penggunaan Lapangan #Monas untuk acara Tabligh Akbar.

Saya luruskan dulu, bukan pada kecaman dan kritik terhadap #Ahok dalam lingkup kebijakan publik. Ahok, saya, anda semua manusia biasa yang bisa salah dan benar, dan kita bisa berdebat 3 hari 3 malam tentang kebijakan publik yang dilakukannya di Jakarta. Bukan itu!

Apalagi cuman sekedar membela Ahok yang mulutnya “pedas sambel” itu! Bukan itu.

Tapi saat kebijakan itu “ditunggangi” oleh media abal-abal dan kaum Khawarij modern alias Islam Radikal untuk membenturkan kerukunan antar umat beragama dan isu SARA: antara Islam-Kristen, Pribumi-Tionghoa, dll. Belum lagi surut ingatan kita tentang Tolikara, Singkil dll. kini Majelis Rasulullah sebagai representasi Islam Jakarta yang hendak dibenturkan secara vertikal kepada pihak lain dengan dalih SARA.

Islam telah mengajarkan kepada kita untuk melakukan proses tabayyun (verifikasi), sehingga informasi diterima secara utuh dan lengkap, sebelum mengambil sebuah keputusan.

Baikah, mari kita teliti satu persatu jargon yang dipakai untuk menunggangi issu ini

1) “Monas bukan untuk muslim. ” [lihat gambar]

Yang lengkap dan benar:

“Kita sudah coba tidak masukkan PKL ke Monas, sudah uji coba selama enam bulan ini. kalau sekarang Majelis Rasulullah kita kasih, nanti majelis-majelis yang lain pada minta juga nggak? Minta. Yang Kristen, Buddha minta nggak? Ya balik lagi kejadian gitu. Ya sudah, lebih baik tidak usah semua lah,” tegas Ahok.

Link: http://m.beritasatu.com/megapolitan/314972-ini-alasan-basuki-larang-pengajian-di-monas.html

Kesimpulan: Monas sejak Juni steril dari kegiatan keagamaan APAPUN, baik itu Islam, Kristen, Hindu, Budha, Kong Hu Cu.

2) Paskah kok boleh, konser musik ala kafir boleh?

Penjelasan: Paskah terakhir diadakan bulan Mei 2015, dan itu termasuk hasil evaluasi.

Bukankah Majelis Rasulullah, pada tanggal 11 Mei 2015 lalu juga mengadakan acara di Monas?

Link: http://www.bersamaislam.com/2015/05/isra-miraj-majelis-rasulullah-monas.html?m=1

Bukankah Majelis Rasulullah juga 6 bulan sebelumnya, Oktober 2014, juga dapat izin di Monas?

Link:http://www.swaranews.com/berita-alhamdulillah-dapat-izin-acara-tabligh-akbar-majelis-rasulullah-fix-di-monas.html

Perbandingan yang dibuat gambar yang kemudian di-share banyak orang itu, sungguh tidak fair.

Alasan Pemda DKI, setelah mengevaluasi semua kegiatan bertajuk keagamaan di Monas, yaitu sulitnya menata kembali PKL, kebersihan dst selayaknya juga kita kaji dan pahami, agar mendapatkan gambaran secara utuh.

*******

Saya akhiri tulisan ini dengan sebuah ajakan kepada saudara saya, al-Akh Habib Ahmad bin Novel, dan juga al-Akh Habib Nabil al-Musawa selaku sesepuh dan pimpinan MR saat ini, duduklah bersama Gubernur Ahok, bicara dari hati ke hati. Dan jika sudah jelas, berikanlah penjelasan kepada ummat, agar tidak ditunggangi oleh kaum aliran Islam Radikal, yang tidak menginginkan kerukunan hidup beragama di Indonesia ini.

Saya yakin, InsyaAllah antum bisa melanjutkan dakwah almarhum Habib Munzir al Musawa yang lembut, sejuk, mencerahkan dan mencerdaskan.

Jangan terbakar emosi dan digiring oleh kaum Khawarij modern ini, yang tidak suka Maulid, gemar mengkafir-kafirkan sesama muslim, dan mencoba menjadikan ummat Islam Indonesia pecah luar dalam. Mereka inilah ancaman sebenarnya!

Do’a saya selalu bersama anda dan seluruh jama’ah #Majelis Rasulullah

Wallahul muwafiq ilaa aqwaamitthoriiq.

Salam.

Sumber Artikel: Akun Facebook Jody Ananda

4 Comments

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: