Eropa

Jullian Assange; AS Mata-Matai Musuh Dan Sekutunya

Salafynews.com, MOSKOW Dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun televise Rusia, Jullian Assange mengatakan bahwa Amerika Serikat melakukan kegiatan spionase cukup tinggi yang digunakan untuk memata-matai seluruh dunia termasuk sekutunya sendiri demi meningkatkan daya saing negara itu.

“AS adalah jagonya memata-matai,” ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan stasiun Tv  Rossiya-1” yang disiarkan pada hari Minggu (28/6) kemarin.

“Negara ini melakukan kegiatan spionase sebanyak 60 persen dari seluruh kegiatan mata-mata  yang dilakukan di seluruh dunia.” Tambahnya, “Mereka memata-matai semua orang, bahkan sekutunya sendiri. Kemudian menggunakan informasi-informasi yang didapat untuk tujuan politik dan ekonominya.”

Sebelumnya WikiLeaks merilis dokumen-dokumen rahasia NSA yang membongkar kenyataan bahwa agen rahasia Amerika telah memata-matai pejabat-pejabat penting Prancis termasuk tiga presidennya. Menyangkal hal itu, Presiden Barrack Obama dan Sekretaris negara AS, John Kerry mengatakan bahwa kegiatan seperti itu tidak pernah terjadi.

Assange sendiri kukuh menyatakan bahwa dokumen-dokumen yang telah dirilis dalam website whistleblower miliknya, WikiLeaks, cukup bukti. Data baru mengenai hal ini akan dirilis pada hari ini, Senin (29/6). Sebelumnya surat kabar Prancis Liberation mengatakan akan mempublikasikan dokumen baru yang disediakan oleh WikiLeaks.

Julian_Assange

Julian Assange

Di tengah skandal itu, pemerintah Prancis mengindikasikan kemungkinan untuk  menawarkan suaka politik kepada  Assange dan whistleblower NSA, Edward Snowden sebagai simbol penghinaan terhadap Washington.

”Pemerintah Prancis seharusnya jangan merasa puas dengan penyangkalan oleh pemerintahan Obama dan menginvestigasi masalah ini hingga sampai ke tahap penuntutan,” ungkap Assange. Ia menekankan Washington bahwa kegiatan mata-mata massal yang dilakukan NSA adalah untuk melindungi keamanan nasional tidaklah meyakinkan.

“Hal ini bukan mengenai terorisme. Bahkan tidak untuk mengetahui apakah Prancis akan menjual senjata kepada Rusia ataukah tidak, atau hal lain semacam itu. Hal ini mengenai spionase yang sulit untuk dijelaskan. Mudahnya, AS ingin meningkatkan daya saing dengan Prancis,” jelasnya. Ia bersumpah untuk terus mengekspos tindakan-tindakan tersembunyi AS meski lawannya itu sangat kuat.

“AS berusaha untuk menghancurkan WikiLeaks sebagai organisasi. Mereka terus menganiaya saya dan rekan-rekan saya, mereka telah meluncurkan penyelidikan besar-besaran. Tidak ada kampanye perlawanan  terhadap sebuah penerbit seperti ini pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah AS. Tapi mereka telah kehilangan semua  kunci pertempuran, ” imbuhnya.

Hingga kini, Assange masih “terdampar” di kedutaan Ekuador di London, di mana ia sedang berlindung dari ekstradisi ke Swedia. Swedia  menyatakan akan menginvestigasi Assange atas  tuduhan pelecehan seksual. Assange percaya bahwa Swedia akan menyerahkannya kepada AS karena penuntutan atas kegiatan WikiLeaks ‘dan atas penolakannya untuk menyerah selama ini. (SFA/LM/RT)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: