Asia

Jumlah Korban Rumah Sakit Kunduz Meningkat Menjadi 30 Orang

KABUL, Salafynews.com – Jumlah korban tewas akibat pemboman pasukan Amerika Serikat ke sebuah rumah sakit di Kunduz, Utara Afghanistan, hingga saat ini kembali meningkat hingga 30 orang. Hal ini dilaporkan oleh pihak Dokter Tanpa Batas (MSF) yang menjalankan klinik tersebut.

Korban tewas termasuk “10 pasien yang diketahui, 13 staf yang dikenal dan tujuh mayat tak dikenali,” ungkap organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu(25/10) kemarin. Klinik di Kunduz dibom oleh pasukan AS pada tanggal 3 Oktober.

Badan amal, yang juga dikenal sebagai MSF itu mengatakan bahwa jasad-jasad tak dikenal yang ditemukan di puing-puing bangunan rumah sakit itu hancur dan “belum teridentifikasi.” Mereka mungkin termasuk salah satu staf dan dua pasien kami yang masih hilang dan diduga tewas,” tambahnya.

MSF telah menuntut penyelidikan independen atas insiden tersebut, mengatakan bahwa rumah sakit itu sengaja dibom berkali-kali selama sekitar satu jam mulai pukul 02:00 dinihari pada tanggal 3 Oktober.

Bangunan utama hancur dan rumah sakit telah ditutup. MSF mengatakan mereka tidak yakin kapan akan dapat kembali beroperasi lagi di Kunduz.

Pada hari Sabtu, NATO mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap pengeboman dan telah menunjuk tiga perwira militer AS dari luar rantai komando untuk menangani penyelidikan untuk memastikan ketidak berpihakan dalam proses tersebut.

Laporan penyelidikan NATO diharapkan keluar minggu lalu, namun tampaknya sengaja ditunda dengan beralasan kesulitan mengidentifikasi jasad-jasad korban yang hangus terbakar di dalam rumah sakit.(SFA/LM/SMH)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: