Internasional

Jurnalis Mesir: Kenapa Arab Mau Negoisasi Dengan Israel Tapi Tak Mau dengan Assad

29 Desember 2015,

SALAFYNEWS.COM, MESIR – Penulis dan jurnalis terkenal Mesir, Mohamed Heikal Hassanein, mengatakan “saat ini kami menghadapi masalah yang sangat serius, butuh pemikiran yang lebih dalam, karena kami tidak lagi mampu untuk meramalkan masa depan”.

Heikal dalam dialognya yang berjudul “Mesir dimana? dan kemana?” menjelaskan bahwa apa yang sekarang ini terjadi di wilayah Arab telah membuat mimpi dan ambisi Israel menjadi terwujud, ia menambahkan bahwa hal itu akan sangat membayakan dunia Arab di masa yang akan datang, sebagaimana dilansir oleh kantor berita Raialyoum (28/12).

Ia menambahkan bahwa telah terjadi konflik internasional terkait Suriah, karena Suriah merupakan pintu masuk bagi semenanjung Arab, Irak dan Iran, ia mengatakan bahwa Suriah merupakan jantung konflik di dunia Arab. (Baca: PM Rusia, Medvedev: AS Harus Bertanggung Jawab Atas Kehancuran Suriah)

Saat ditanya “Terkait dengan masalah Suriah, disisi manakah seharusnya kami berpihak, Bashar atau siapa?”, Heikal menanggapi pertanyaan itu dengan mengatakan “Kami harus bersama dengan pemerintahan yang di dukung oleh rakyat Suriah”, ia menekankan bahwa “kita tidak bisa memaksakan kehendak kepada rakyat”.

Jurnalis Mesir itu mengatakan bahwa “sistem yang sekarang mau tidak mau harus ada deal dengan Assad”, kemudian ia melontarkan sebuah pertanyaan “Kalau kita bersedia untuk bernegosiasi dengan Israel, mengapa kita tidak bersedia untuk bernegosiasi dengan Assad? Apa sebenarnya yang mencegah kita?”, sebagaimana dilansir oleh kantor berita Addiyar (28/12). (Baca: Lavrov: Tanpa Assad Tak Akan Ada Solusi Damai di Suriah)

Terkait masalah ISIS, Heikal mengatakan bahwa organisasi teroris ini lahir akibat adanya konflik antara negara-negara Arab, ia melanjutkan “Tujuan Israel adalah menjadikan dunia Arab masuk dalam krisis internal dan kontradiksi besar”, ia juga mencuplik ungkapan yang pernah disampaikan oleh Moshe Dayan “sesuatu yang mencegah Arab dari saya, adalah bahwa saya merasa jika mereka telah terjerumus dalam konflik dan saling bunuh-membunuh satu sama lain”. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Habib Hasan Alatas

    December 30, 2015 at 2:41 am

    Tindakan yang tidak adil dan berat sebelah menyebabkan dunia terus bergolak. Lihat saja tindakan AS dan sekutunya yang telah memberi bantuan dan sokongan kepada pengganas Israel, menyebabkan Israel besar kepala dan terus menerus berbuat sekehendak hawa nafsunya sejak perampasan Palistin mulai tahun 1948 hingga kini sudah memakan masa yang sangatl lama (67 tahun) tidak dapat diselesaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: