Internasional

Kafirkan Iran! Raja Salman Larang Mufti Syeikh Abdul Aziz Alu Syaikh Khutbah Arafah

Selasa, 13 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, ARAB SAUDI – Selama 35 tahun, jamaah haji di seluruh dunia menyaksikan sosok laki-laki yang sama, yang berkhutbah di Masjid Namirah pada hari Arafah, beliau adalah Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah alu Syaikh. (Baca: Khutbah Kemunafikan Mufti Wahabi Kerajaan Saudi)

Namun, musim haji tahun ini ada yang berbeda, dimana khotib Masjidil Haram Syeikh Abdurrahman As-Sudais menyampaikan khutbah di masjid Namirah, hingga menimbulkan tanda tanya atas permintaan maaf dan penyebab tidak tampilnya Syeikh Abdul Aziz alu Syaikh. (Baca: Syaikh Al-Azhar Beberkan Sejarah Tragedi Wahabi Saudi Bantai 30 ribu Jamaah Haji: Video)

Pada hari Minggu (11/09), situs berita Raialyoum dalam laporannya menuliskan bahwa sebab tidak tampilnya beliau dalam khutbah tahun ini di Arafah, dikarenakan Syeikh Abdul Aziz telah keluar dari teks ketika menanggapi pernyataan Pemimpin Revolusi Islam Iran. Dalam tanggapannya ia telah mengkafirkan orang-orang Iran saat diwawancarai dengan surat kabar “Mekkah”, Arab Saudi.

Pernyataan itu, menimbulkan keributan di dalam kerajaan, karena pernyataan Syeikh Abdul Aziz alu Syaikh lebih menunjukkan kemarahan daripada keilmuan, dan menunjukan kesamaan antara ideologi Wahabi dengan ideologi teroris yang gemar mengkafirkan, serta menimbulkan kebencian dan kemarahan terhadap kerajaan Arab Saudi.

Para pengamat meyakini bahwa tidak tampilnya Syeikh Abdul Aziz alu Syaikh dalam khutbah Arafah tahun ini, atas permintaan Raja Salman bin Abdul Aziz untuk menetralisir dampak buruk dari pengkafiran kepada Syiah. Terlebih lagi, gencarnya serangan media melawan Arab Saudi dan ideologi Wahabi yang suka mengkafirkan setelah konferensi Islam Aswaja di Chechnya. (Baca: Sekte Wahabi Serang Grand Syaikh Azhar Pasca Konferensi Aswaja di Chechnya)

Sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan, juga menegaskan bahwa kemungkinan dalam beberapa minggu atau bulan mendatang, kita akan meyaksikan pemberhentian “pensiun” Syeikh Abdul Aziz atau pengunduran dirinya. Hal ini, bisa kita lihat dari apa yang disampaikan Syeikh Abdurrahman As-Sudais saat menyampaikan khutbah Arafah, di mana ia mengucapkan rasa syukur pada Allah yang telah memberinya kesempatan untuk menyampaikan khutbah setelah 35 tahun lamanya.

Syeikh Abdurrahman As-Sudais mengatakan, “kita wajib berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada Mufti Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh yang selama 35 tahun telah menyampaikan khutbahnya di mimbar ini..”

Media-media Saudi dan orang-orang penting di negara itu, banyak menyalahkan surat kabar “Mekkah” karena telah ceroboh dengan menerbitkan pernyataan kontroversial Mufti Alu Syeikh yang menyatakan orang-orang Iran bukan muslim. Hal ini diperkuat dengan khutbah As-Sudais yang tujukan kepada awak media, mengatakan “hai, awak media dan media yang memiliki kontak pada penguasa.. bukannya memanfaatkan media untuk mendukung dan membela agama, menjelaskan kebajikan, amanah dan kejujuran, komitmen pada kebenaran dan objektifitas, (Baca: Wahabi Adalah ISIS, ISIS Bukan Aswaja)

Pernyataan Mahasneh, kejujuran dan kredibilitas surat kabar itu penting sekali, komitmen untuk mengungkap kebenaran dan objektivitas itu jauh lebih penting, dan jauhi berita-berita yang bersifat rumor belaka, menyampaikan suatu berita itu untuk membangun bukan merusak, informasi harus jauh dari hal yang meresahkan dan rumor, yang dapat menyatukan bukan memecah-belah, serta memperkuat persatuan bukan melemahkan”. (Baca: Kesamaan Wahabi, Zionis, ISIS Suka Hancurkan Situs Sejarah Islam)

Dalam sindirannya pada Alu Syeikh, As-Sudais juga menyerukan kepada ulama dan da’i, “untuk menunjukkan kebaikan Islam bukan menjadi penyebab perpecahan umat, dan pentingnya menghilangkan orang dari berbuat jahat, serta mengedepankan toleransi, karena jelas islam adalah agama penengah”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: