Amerika

Kampanye UNHCR “Back To School” Bagi Pengungsi Anak

Salafynews.com, WASHINGTON – Komisi Tinggi PBB Untuk Pengungsi (UNHCR) meluncurkan kampanye “Back To School” (Kembali ke Sekolah) untuk meningkatkan keperdulian dan mengumpulkan dukungan masyarakat untuk anak-anak pengungsi di Timur tengah dan Afrika Utara (MENA), dan untuk membela hak anak-anak pengungsi ini untuk mendapatkan pendidikan.

UNHCR

Kampanye tersebut diharapkan bisa mendorong  masyarakat untuk menyuarakan dukungan mereka  terhadap anak-anak pengungsi, selain juga untuk membuka mata sebanyak mungkin orang terhadap penderitaan pengungsi anak, dan mengusahakan masa depan yang lebih baik untuk mereka melalui pendidikan. Kampanye “Back to School” dijalankan melalui kampanye online UNHCR, “Voices of Refugees” (Suara para pengungsi), yang berusaha untuk memobilisasi dukungan untuk para pengungsi di dalam negari maupun yang berada di wilayah MENA. (Baca Aylan dan Galip Kurdi, Bongkar Krisis Pengungsi Yang Tak Sanggup Ditutupi Media Barat)

Statistik UNHCR terbaru mengindikasikan bahwa ada 12 juta pengungsi anak di seluruh dunia. Konflik Suriah saja telah memaksa 2 juta anak-anak meninggalkan rumah mereka dan seluruh kenangan didalamnya. Dan hal ini telah berakibat terbentuknya populasi pengungsi anak Suriah yang secara psikologis dan emosional memiliki trauma.

447.138 di antaranya telah menerima dukungan psikologis untuk mengatasi cobaan yang telah mereka alami di usia yang sangat dini. Tanpa pendidikan yang tepat, maka anak-anak ini akan menjadi sangat rentan terhadap berbagai ancaman, termasuk ancaman menjadi pekerja anak, terutama di sektor informal, dan pernikahan dini. (Baca 52 Anak Pengungsi Irak Tewas Kepanasan)

“Hal ini sangatlah menyedihkan karena sejumlah besar pengungsi anak, dikarenakan lingkungan yang berada di luar kendali mereka dan diluar pemahaman mereka, telah menjadikan mereka tidak bisa mengakses pendidikan,” ungkap Mr. Houssam Chahine, Manajer Sektor Kemitraan Swasta Regional untuk wilayah MENA.

Menyoroti pentingnya akses untuk memperoleh pendidikan dan pentingnya kampanye Back To School, Mr. Chahine menambahkan, “Akses terhadap pendidikan seharusnya menjadi  perhatian terbesar kita, dan kita harus bersatu untuk melawan terciptanya generasi selanjutnya yang tersesat.”

“Kampanye Back To School menunjukkan bahwa bersama, kita bisa mengubah situasi yang mengerikan ini dengan menjadi suara bagi para pengungsi melalui peningkatan kesadaran, melaksanakan aksi dan inspirasi. Inilah sebabnya mengapa kampanye ini adalah sebuah pesan  terpadu dan aspirasi untuk anak-anak yang terkena dampak konflik”. (SFA/LM/UNHCR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: