ISIS

Kapolri: Pesantren Tempat Terbaik Rehabilitasi Para Teroris

23 Januari 2016,

SALAFYNEWS.COM, TANGERANG – Pesantren adalah tempat rehabilitasi para teroris yang paling baik. Karenanya, para tokoh agama seperti ustadz, kiai, pimpinan pesantren turut secara massif untuk menyampaikan pemahaman agama yang benar sebagai upaya mengcounter pemikiran-pemikiran para teroris.

Begitu dikatakan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti, dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Kiai Pondok Pesantren Alumni Gontor di Hotel Siti, Tanggerang Banten, Sabtu (23/1).

Menurutnya, pemikiran-pemikiran teroris berkembang terjadi bukan di dalam kurikulum pesantren, karena kurikulum pesantren justru mengcounter pemikiran-pemikiran radikal.

“Pemikiran teroris berkembang melainkan melalui diskusi-diskusi komunitas dan kegiatan publik seperti pengajian,” tegas Badrodin.

Pesantren, menurut Badrodin, diakui selama ini telah melakukan hal yang benar. Hanya saja, ada di kalangan masyarakat termasuk alumni pesantren yang tidak memahami agama secara mendalam namun memiliki pemikiran-pemikiran radikalisme, ini secara massif mengembangkan pemikiran radikalnya secara massif kepada masyarakat.

“Banyak organisasi radikal yang melakukan aksi teroris di Indonesia seperti Tauhid Waljihad Indonesia, Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat, tegasnya.

Badrodin jelaskan, pemikiran radikal tidak mampu ditangani hanya dengan penegakan hukum, melainkan harus dengan pendekatan diskusi secara mendalam atau bimbingan konseling, dan ini tidak mampu dilakukan oleh Kepolisian, melainkan yang memiliki kemampuan ini justru kalangan para tokoh agama seperti ulama dan pimpinan pesantren.

Diakui sebelumnya, Badrodin sebagai alumni Pesantren Baitul Arqam, Jember yang pimpinannya merupakan alumni Pondok Pesantren Gontor. Ia mengaku bersyukur, bahwa dirinya sebagai santri yang saat ini bias di puncak karir Kepolisian sabagai Kapolri.

“Saya bersyukur teman” teman saya ketika dulu di pondok mendoakan saya sehingga menjadi puncak karir saya saat ini alhamdulillah, katanya.

Hadir dalam Silatnas yang berlangsung dari Jumat sampai Minggu (22 ” 24 Januari) 2016, ada sekitar 350 Kiai dan Pimpinan Pesantren alumni Gontor. Silatnas juga dalam rangka kesyukuran 90 tahun (1926-2016) yang didirikan KH. Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasy yang kemudian dikenal dengan istilah Trimurti.

Gontor saat ini memiliki 20 pesantren yang tersebar di Indonesia; 13 kampus pondok putra dan 7 kampus pondok putri. Pondok Modern Darussalam Gontor yang saat ini berdiri di Jawa, Sumatera dan Sulawesi dengan jumlah guru dan santri sekitar 25.405 orang, serta mengelola Universitas Darussalam Gontor (UNIDA), dengan jumlah mahasiswa sekitar 2.684 orang. Selain itu, hingga saat ini 283 pesantren telah terdaftar sebagai Pesantren Alumni Gontor, yaitu pesantren yang dikelola para alumni Gontor, dan beberapa pesantren masih dalam tahap pendataan atau belum mendaftar. (SFA)

Sumber: RMOL

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: