Nasional

Kasus Sodomi Anak dibawah Umur, Bupati KSB Minta Kapolres di Pecat

Salafynews.com, TALIWANG – Kasus pembunuhan sadis terhadap bocah enam tahun Muhammad Ikram, di sebuah rumah kos di Lingkungan Semoan Kelurahan Kuang, Taliwang, Sumbawa Barat, akhirnya terungkap, pelakunya diduga anak di bawah umur.

Kasubag Humas Polres Sumbawa Barat Iptu Hofni Nevabureni yang dikonfirmasi, Jumat, mengatakan penyidik Kepolisian Resor Sumbawa Barat telah menetapkan status tersangka terhadap JJ, salah satu penghuni kos tempat jenazah Ikram ditemukan keluarganya pada Kamis (14/5) malam.

Ironisnya JJ, tersangka pelaku pembunuhan sadis tersebut adalah anak di bawah umur, berusia 12 tahun, yang tidak menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD) karena dikeluarkan dari sekolahnya pada akhir 2014. Lihat Video Polisi Melepas tersangka kasus pelecehan seksual di bawah umur.

“JJ sudah mengakui perbuatannya kepada penyidik. Ia juga mengakui menyodomi korban sebelum dibunuh,” kata Hofni.

Bupati KSB di tengah kerumunan wargaDitengah memanasnya aksi masa dan polisi yang berpusat di markas Polisi Sektor Taliwang, Senin (18/5) malam, Bupati Sumbawa Barat DR.KH.Zulkifli Muhadli,SH,.MM, hadir ditengah kerumunan dengan di kawal ketat oleh Danrem 162 /wirabhakti Kol.czi. Lalu Ilham Sri Gede dan Tim.

Bupati menyampaikan pidato singkat diantaranya berjanji akan mengawal proses hukum terhadap kasus pembunuhan dan sodomi beberapa waktu lalu serta kasus tewasnya seorang warga pada malam sebelumnya.

“Mengawal proses dan kasus ini sampai keadilan ditegakkan. Akan kawal agar keadilan tidak dibayar, kalau saya gagal maka saya serahkan ke rakyat. Dua hari tidak akan mungkin selesai, tidak mau ada korban lagi. Saya minta agar rakyat jangan sampai jadi korban lagi, Negara kita negara hukum,” jelas Kyai Zul

Bupati juga meminta agar massa segera membubarkan diri dan berjani menindaklanjuti permintaan agar Kapolres KSB di pecat. “Saya berjanji akan mengusulkan agar Kapolres KSB juga di ganti,” demikian ucap Kyai.

Bentrokan Kembali Terjadi

Beberapa waktu setelah itu masa berangsur surut dan kembali kerumah masing-masing. Meskipun demikian sebagian masa aksi memilih bertahan dan melakukan perlawanan, lemparan bom molotov dan batu ke arah bangunan Polsek Taliwang yang di balas dengan peluru karet serta gas air mata pun tak dapat di hindari. Hingga Selasa (19/5) pukul 02.30 wita dini hari kesabaran satuan Brimob Polda NTB mulai habis kesabaran, tim tersebut mulai mengejar masa dengan menurunkan pasukan bermotor. Namun sangat di sayangkan tindakan pasukan tersebut, tak dapat mengejar pelaku aksi sepeda motorpun jadi sasaran.

Ketua Jaringan Aktivis LSM (JAKSA LSM) Amru Albar menyayangkan berlarutnya permasalahan ini, mestinya Kapolda NTB segera mengambil tindakan pencopotan Jabatan Kapolres Sumbawa Barat sebagai bukti upaya nyata imbal balik atas insiden ini. Agar masyarakat melihat upaya terbaik dari kepolisian. Bukan dengan cara menghalau massa seolah oleh seperti adu kekuatan.

“Kami menghawatirkan aksi ini tidak akan selesai selesai, tindakan seperti ini bisa memancing riak masyarakat luas, siapa yang berani jamin keamanan kalau seluruh masyarakat KSB ikut aksi, jadi ini bukan solusi, adu peluru bukan jalan terbaik. Kapolda harus memecat Kapolres itulah solusi yang tepat,” ujar Amru. (mm/Berbagai sumber)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: