Editorial

Kebencian Situs Radikal Wahabi “Nahi Munkar” Kepada Nabi dan keluarganya

Salafynews.com – Tembang ini pernah demikian populer saat saya masih kecil dahulu, konon katanya pencipta tembang ini adalah salah satu Wali songo. Nadanya yang syahdu dan penuh nasehat terasa nyaman dan menimbulkan kesan yang mendalam. Selain itu masih menurut kakek saya dan juga orang-orang tua disekitar tempat saya tinggal tembang ini juga bisa menolak bala dan menyembuhkan wabah penyakit yang datang.

Jika ada diantara anda yang lahir antara tahun 1950 – 1970 pasti tidak asing dengan tembang yang satu ini khususnya di pulau jawa karena biasanya dibuat syair atau pujian sebelum sholat dimasjid atau di surau (mushola). Dan konon tembang ini diwajibkan oleh sesepuh dan pimpinan Universitas Darul Ulum Jombang untuk terus dilestarikan di lingkungan Darul Ulum. Syairnya adalah sbb :

SYI’IR DOA JAWA UNTUK MENOLAK BALA’ DAN WABAH PENYAKIT

Syi’ir Doa Jawa Klasik Untuk Menolak Bala’ Dan Wabah Penyakit

Likhomsatun uthfi biha Kharral wabaa il khatimah, Al Musthafa wal Murtdha Wabnahuma wa Fathimah 2x

Kulo gadah aji aji limo, Kanggo mbukak lawange suwargo, Kanggo nyirepi geni neroko

Lan nyengkalani siksane Alloh. 2x

Aji aji limo wujud manungso, Linuwih ilmu sumber tulodo, tindak lakune adoh saking olo

Manah niate tansah waskito. 2x

Kanjeng Muhammad Rosulillah, Sayyidatun nisak siti Fathimah, Sayyidina Ali karromallohu wajhah

Putro kekalih Hasan lan Husain. 2x

Poro malaikat podo sholawat, Bumi lan langit sedoyo khidmat, Jiwo limo kinasih Alloh

Jiwo limo satruning doso. 2x

Sinten kemawon kang nyolawati, Kanjeng Nabi tansah nyafa’ati, Marang liyane yen nrisnani

Gusti Alloh bakal ngridhani. 2x

Mboten bakal ketrimo sholate, Yen mboten maos sholawate, Imam syafi’i ngendika ake

Niki bukti agunge drajate. 2x

Nadyan ibadah sak umur-umur, Amal ibadah ra keno diukur, Marang limone yen ora akur

Neroko panggone bakale njegur. 2x

”Lii khomsatun utfi bihaa  harrol wabaa-i haatimah, al-Musthofa wal murtadho wabna huma wa Fathimah”.

(artinya: Saya mempunyai lima orang yang bisa menolak bala’ yaitu yang pertama, al-Musthafa Sayyidina Muhammad SAW, yang kedua al-Murtadha Sayyidina Ali bin Abi Thalib as, dan kedua anaknya yaitu Sayyidina Imam Hasan as dan Sayyidina Imam Husain as, serta yang kelima putri Nabi bernama Sayyidah Fathimah az Zahro binti Muhammad SAW). Baca LI Khomsatun

Nahi Munkar benciBantahan terhadap Nahimunkar.com, pujian terhadap keluarga nabi bukan hanya milik syiah. Inilah bukti kebencian kaum Salafy Wahabi kepada Keluarga Nabi.

Islam yang diajarkan para imam besar dan ulama Ahlusunnah, khususnya di bumi Nusantara tercinta adalah bercirikan: kecintaan, penghormatan dan pengagungan kepada Nabi Muhammad saw. dan Keluarga beliau – radhiyallahu ‘anhum – seperti yang diajarkan Allah dalam Al Qur’an suci-Nya dan juga ditegaskan Nabi Muhammad saw. sendiri dalam sabda-sabda beliau.

Dan di sepanjang sejarah umat Islam, pengagungan kepada Nabi Muhammad saw dan keluarga beliau khususnya kepada putri beliau tercinta Sayyidah Fatimah as. tidak mengenal dikotomi dan dibatasi oleh mazhab dan aliran teologi apapun. Kecintaan dan penghormatan terhadap Nabi saw. dan keluarganya adalah pondasi Islam. Ia milik seluruh umat Islam. “ Itu keyakinan seluruh umat Islam”, “ Ia identitas umat Islam” Betapapun umat Islam dipisah oleh perbedaan mazhab dan pemikiran, akan tetapi mereka disatukan oleh perekat ilahi pemersatu Qur’ani. Mereka disatukan oleh prinsip KECINTAAN DAN PENGHORMATAN KEPADA NABI DAN KELUARGANYA.

Dalam mengekspresikan raca cinta yang hangat dan penghormatan yang mendalam mereka selalu menyertakan gelar-gelar kehormatan atas Nabi dan keluarga beliau, menguntai mutiara syair berlirikan pujian dan pengagungan. Demikianlah yang berjalan sejak awal abad pertama Islam. Imam Syafi’i ra. menggubah bait-bait syair cinta yang indah dan penuh makna serta anggun untuk mengekspresikan kecintaan dan penghormatan beliau kepada Nabi saw dan Keluarga beliau. Para ulama lain dari berbagai mazhab juga tidak ketinggalan berlomba-lomba menorehkan nama-nama mereka di antara mereka yang berkehormatan menggubah syair pujian untuk Nabi saw dan Keluarga beliau. Baca Pujian Kepada Keluarga Nabi Bukan Hanya Milik Syiah

Semua itu berjalan di bawah naungan payung kesucian Al Qur’an  dan mengalir dalam urat nadi umat Islam dan tanpa henti menyirami taman kecintaan yang terus bersemi dalam jiwa mereka. Sebelum kemudian sekelompok dari mereka yang mengaku sebagai muslim sejati dan pewaris Konsep Tauhid tulen menganggap semua ekspresi kecintaan dan penghormatan itu sebagai Jahiliyah. Ada salah satu media wahabi yang radikal nahimunkar.com menganggap penghormatan dan pengagungan kepada Nabi SAW dan keluarga mulia beliau adalah menodai kesucian Tauhid kita kepada Allah swt. alias musyrik. Dan atas dasar itu mereka menvonis para pecinta dan pengagung Nabi saw dan keluarga mulia beliau adalah bid’ah dan darah-darah mereka halal dan berhak dibunuh. Dengan dengan propaganda-propaganda hasutan yang dibungkus dengan gaya bahasa yang sok Islami, inilah setelah itu tidak ada yang tersisa kecuali eksekusi oleh para militan Salafi Wahabi Takfiri.

Edane

Para wali yang berasal dari arab-persia tidak memaksakan budaya arab untuk diserap oleh masyarakat. Yang mereka bawa adalah ajaran dan ahlak, sehingga mereka begitu diterima dan dicintai. Para wali tidak meng-kafirkan masyarakat dengan budayanya, bahkan mereka masuk melalui budaya masyarakat.

Maka kita melihat keragaman budaya yang kental bernafaskan Islam mulai dari sastra, kesenian, arsitektur, shalawatan, macapat sampai wayang. Selain mereka membenci keluarga nabi mereka juga tidak menghargai jerih payah dakwah para Walisongo yang menyebarkan Islam di Indonesia dengan menyatukan kebudayaan Islam dengan kebudyaan daerah setempat, contoh tembang Li Khomsatun ini juga di oleh Sunan Kalijogo. Dan yang lebih berbahaya lagi media wahabi radikal ingin menghapus sejarah Islam Nusantara dari otak dan opini masyarakat Indonesia. Dan untuk memuluskan usaha mereka maka di kaitkanlah dengan Syiah agar masyarakat langsung menerimanya, padahal pujian kepada Nabi dan Keluarganya bukan hanya milik Syiah. NKRI harus di jaga dari agenda mereka yang akan menjauhkan muslimin dari Nabi dan keluarganya, serta menjaga Islam Nusantara yang merupakan produk Islam Nasionalis yang amat sangat di benci oleh mereka yang mendukung Negara Khilafah. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. wababi sisapi

    June 20, 2015 at 9:54 am

    Wahabi salafi gitu loh…mana ngerti mereka dengan tawasul/perantara, padahal para sahabat juga berperantara, dan bahkan Nabi s.a.w sendiri berperantara dengan malaikat jibril as.ke apada Allah s.w.t, padahal Nabi s.a.w lebih mulia dari malaikat itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: