Editorial

Kebencian Wahabi Terhadap Nabi Muhammad Dan Islam

“Al-Bukhari telah meriwayatkan dari Abdullah ibn Umar dari Rasulullah dalam menggambarkan sifat-sifat orang Khawarij bahwa mereka mengutip ayat-ayat yang turun tentang orang-orang kafir dan memberlakukannya bagi orang-orang mukmin. Dalam Hadits lain dari riwayat Abdullah ibn Umar pula bahwa Rasulullah telah bersabda: “Hal yang paling aku takutkan di antara perkara yang aku khawatirkan atas umatku adalah seseorang yang membuat-buat takwil al-Qur’an, ia meletakan -ayat-ayat al-Qur’an tersebut- bukan pada tempatnya”. Dua riwayat Hadits ini benar-benar telah terjadi pada kelompok Wahabiyah ini” (al-Futûhat al-Islâmiyyah, j. 2, h. 68).

Salafynews.com – Kebencian para pengikut wahabi kepada nabi dan keluarganya semakin tampak, hal itu di ungkapkan oleh Mufti Makkah Syekh as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan menuliskan bahwa “Mereka (kaum Wahabiyah) melarang bacaan shalawat atas Rasulullah setelah dikumandangkan adzan di atas menara-menara. Bahkan disebutkan ada seorang yang saleh yang tidak memiliki penglihatan, beliau seorang pengumandang adzan. Suatu ketika setelah mengumandangkan adzan ia membacakan shalawat atas Rasulullah, ini setelah adanya larangan dari kaum Wahabiyyah untuk itu. Orang saleh buta ini kemudian mereka bawa ke hadapan Muhammad ibn Abdil Wahhab, selanjutnya ia memerintahkan untuk dibunuh.

WahabiJika saya ungkapkan bagimu seluruh apa yang diperbuat oleh kaum Wahhabiyyah ini maka banyak jilid dan kertas dibutuhkan untuk itu, namun setidaknya sekedar inipun cukup” (al-Futûhat al-Islâmiyyah, j. 2, h. 77). Di antara bukti kebenaran apa yang telah ditulis oleh Syekh as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dalam pengkafiran kaum Wahhabiyyah terhadap orang yang membacakan shalawat atas Rasulullah setelah dikumandangkan adzan adalah peristiwa yang terjadi di Damaskus Suriah (Syam). Suatu ketika pengumandang adzan masjid Jami’ al-Daqqaq membacakan shalawat atas Rasulullah setelah adzan, sebagaimana kebiasaan di wilayah itu, ia berkata: “as-Shalât Wa as-Salâm ‘Alayka Ya Rasûlallâh…!”, dengan nada yang keras. Tiba-tiba seorang Wahhabi yang sedang berada di pelataran masjid berteriak dengan keras: “Itu perbuatan haram, itu sama saja dengan orang yang mengawini ibunya sendiri…”. Kemudian terjadi pertengkaran antara beberapa orang Wahhabi dengan orang-orang Ahlussunnah, hingga orang Wahhabi tersebut dipukuli. Akhirnya perkara ini dibawa ke mufti Damaskus saat itu, yaitu Syekh Abu al-Yusr Abidin. Kemudian mufti Damaskus ini memanggil pimpinan kaum Wahhabiyyah, yaitu Nashiruddin al-Albani, dan membuat perjanjian dengannya untuk tidak menyebarkan ajaran Wahhabi. Syekh Abu al-Yusr mengancamnya bahwa jika ia terus mengajarkan ajaran Wahhabi maka ia akan dideportasi dari Suriah. Baca Asal Usul Kebengisan Ajaran Wahabi Salafy

Syekh as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan masih dalam buku tersebut menuliskan pula: “Di antara yang telah menulis karya bantahan kepada Muhammad ibn Abdil Wahhab adalah salah seorang guru terkemukanya sendiri, yaitu Syekh Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdi, penulis kitab Hâsyiah Syarh Ibn Hajar Alâ Matn Bâ Fadlal. Di antara tulisan dalam karyanya tersebut Syekh Sulaiman mengatakan: Wahai Ibn Abdil Wahhab, saya menasehatimu untuk menghentikan cacianmu terhadap orang-orang yang beragama Islam” (al-Futûhat al-Islâmiyyah, juz 2, hal. 69).

Berikut berita-berita yang berhubungan dengan pembredelan buku-buku Wahabi Mesir Bersihkan Masjid dan Perpustakan dari Buku-Buku Wahabi, media televisi mereka juga juga ditutup Kuwait Hentikan Siaran Televisi Wesal Pasca Serangan Bom, bahayanya doktrinisasi wahabi yang menyebabkan munculnya terorisme dan radikalisme Video Khotib Jum’at New York; Baca Buku Wahabi Bisa Jadi Teroris, serta penutupan masjid-masjid mereka yang mengajarkan radikalisme dan anti nasionalisme 80 Masjid Wahabi Ditutup Pemerintah Tunisia, serta keinginan wahabi untuk menghilangkan dan menghancurkan situs-situs sejarah dan tempat suci umat Islam Intelejen Rusia Ungkap Rencana Saudi Mengebom Masjidil Haram

(SFA/MM/Pondoktauhid)

1 Comment

1 Comment

  1. wal suparmo

    July 1, 2015 at 1:20 am

    Tidak ada WAHABI dan tidak ada ISIS kalau tak ada Islam.Cikal bakalnya Islam sendiri. Baik atau buruk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: