Internasional

Kecaman Media Barat Terhadap Pembantaian “Mokha” Yaman

MOKHA – YAMAN, Salafynews.com – Video dan gambar-gambar yang menunjukkan pembantaian warga sipil di kota pesisir Mokha di Provinsi barat Taiz, mulai menuai kecaman media-media barat.

002_Tragedi_Pembantaian_MokhaKantor berita al-Alam News mengutip asosiasi press Amerika melaporkan bahwa pemboman perumahan karyawan PLTU di kota pesisir Mokha, merupakan serangan paling keji dan paling brutal terhadap warga sipil sejak invansi Arab Saudi dimulai pada 25 Maret lalu.

Associated Press mengutip pejabat keamanan dan sumber medis, mengatakan setidaknya 120 orang tewas dalam serangan itu, dan jumlah korban diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan minimnya tenaga medis dan obat-obatan yang diperlukan untuk menangani para korban luka berat.

Para pejabat keamanan setempat mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan itu telah meratakan perumahan padat penduduk di kota Mokha dan api melalap bangunan dan para korban.

Associated Press mengutip Wahib Muhammad, seorang saksi mata yang menyaksikan pemboman di daerah itu, mengatakan bahwa sebagian tubuh para korban terpotong-potong dan berserakkan, dikarenakan kuatnya bom-bom yang dijatuhkan di kota pesisir itu.

“bom-bom itu juga menimpah hewan-hewan ternak sehingga darah manusia dan hewan bercampur menggenai daerah tersebut”, tambahnya.

Wahib Muhammad juga mengatakan ratusan korban telah dimakamkan pada hari Sabtu (25/7/2015) lalu, dalam satu lobang.

Hasan Busnan seorang pekerja medis PBB yang berbasis di Jenewa mengatakan bahwa pesawat-pesawat tempur Arab Saudi telah lama melakukan serangan udara ke perumahan padat penduduk, pasar, dan kawasan-kawasan sipil lainnya, dengan tujuan menciptakan ketakutan di kalangan warga sipil dan menarik dukungannya terhadap Houthi.

Ia juga menambahkan, “kebanyakan keluarga para karyawan yang bekerja di PLTU Mokha, dikarenakan liburan Idul Fitri dan menghidari bentrokan senjata minggu-minggu sebelumnya telah datang ke kota pesisir Mokha. Karena dianggap sebagai kota yang paling aman dari bentrokan dan konflik”.

ARN001200400_80000_20_Kejahatan_Perang_Saudi “Rumah sakit Mokha dikarenakan kekurangan alat-alat medis, obat-obatan dan tenaga medis sehingga sebagian para korban dipindahkan ke rumah sakit di kota al-Hudaydah, namun dalam perjalanan mereka meninggal, terlebih lagi sebagian kota di Provinsi Taiz masih terjadi bentrokan sehingga menghambat evakuasi dan pemindahan”, tambah Hasan Busnan.

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia seperti HRW dan Amnesty Internasional menyataan keprihatinan dan kekhawatiran atas pelanggaran terus menerus yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap hukum internasional, dan tidak ada langkah-langkah pencegahan dan pengusutan atas pelanggaran itu. [AM/ARN/Associated Press]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: