Eropa

Kehebatan AS Sebar Propaganda, Rusia Kirim Dokter dan Alat Medis ke Suriah

Minggu, 01 Januari 2017, 10.45 wib

SALAFYNEWS.COM, RUSIA – Rusia telah memberikan Suriah rumah sakit yang dirancang khusus yang dapat diterbangkan ke manapun diperlukan bersama dengan peralatan medis dan obat-obatan.

Kepala Departemen Urusan Darurat Internasional Kementerian Rusia, Aleksand Romanov, Sabtu (31/12) menandatangani surat-surat yang diperlukan untuk transfer rumah sakit bergerak, obat-obatan dan alat-alat medis yang diperlukan. (Baca: Rusia Dirikan Rumah Sakit Keliling dan Berikan Bantuan Medis di Aleppo)

Setidaknya 60 tempat tidur rumah sakit diterbangkan ke Aleppo pada bulan November. Sejak itu telah dirawat sekitar 1.500 pasien. Hal ini terdiri dari 16 buah medis dan teknis, 22 konektor dan gerbang modul yang dapat menangani 200 pasien per hari.

Rumah sakit itu juga dilengkapi tiga kamar operasi dan unit perawatan intensif, ditambah dermaga untuk perawatan pasien secara teratur dan diagnosa, serta tempat tinggal untuk staf medis.

Selama beberapa hari terakhir, dokter Suriah dan tenaga medis telah menerima pelatihan tentang cara mengoperasikan dan menggunakan fasilitas yang memiliki unsur-unsur tiup dan peralatan lainnya yang memungkinkan dapat dipindah dengan cepat. (Baca: Mayoritas Warga Suriah Berobat di RS Keliling Rusia)

Pada tanggal 22 Desember, tentara Suriah mengumumkan bahwa Aleppo timur telah sepenuhnya kembali ke kontrol pemerintah setelah gelombang terakhir evakuasi warga sipil dan militan. Pasukan Suriah dan Rusia juga telah menyisir seluruh wilayah yang sebelumnya dikendalikan oleh militan, untuk dibersihkan dari bahan peledak dan ranjau.

Sekitar 35.000 militan bersama keluarga mereka telah dipindah dari Aleppo timur, menurut angka yang dikeluarkan oleh PBB. Badan dunia juga telah mengerahkan 31 pengamat untuk mengawasi tahap terakhir dari evakuasi. (Baca: Media Amerika: Inilah “Perang” antara Amerika dan Rusia di langit Suriah)

Pembebasan Aleppo timur dipandang sebagai pukulan yang menghancurkan bagi militan dan para pendukungnya seperti Amerika, Inggris, Israel, Arab Saudi, Qatar, Turki dan lainnya, yang secara aktif memfasilitasi kelompok-kelompok bersenjata untuk menggulingkan pemerintahan sah Suriah (Bashar Assad) sejak Maret 2011. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: