Fokus

Kerusuhan Tolikara: Dua Tersangka Bukan Jamaah GIDI

Salafynews.com, JAKARTA – Penyidik dari Polda Papua telah menetapkan dua tersangka dalam insiden di Kecamatan Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, 17 Juli 2015. Tersangka berinisial HK dan JW itu merupakan provokator yang menyuruh warga melakukan penyerangan.

sisa Kerusuhan Tolikara

Satu pleton prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 756/Winame Sili atau Yonif 756/WMS diterjunkan ke Distrik Karubaga, Tolikara, Papua. Mereka membantu merehabilitasi bangunan yang hancur dan terbakar usai konflik. (Dok Istimewa/Yonif 756/WMS)

Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende mengatakan, berdasarkan rekaman video di lokasi, keduanya terlihat menyuruh pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI) untuk melakukan penyerangan saat warga Muslim melakukan shalat Idul Fitri.

“Mereka yang menyuruh langsung melakukan penyerangan terhadap jemaah shalat,” ujar Yotje kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (23/7/2015).

Yotje mengatakan, kedua tersangka merupakan warga asli Tolikara. Mereka diduga terlibat dalam perusakan atau pembakaran kios hingga merembet ke Masjid Baitul Muttaqin.

Kedua tersangka ditangkap personel Polda Papua dari kediaman masing-masing. Proses penangkapan, sebut Yotje, tidak sulit lantaran keduanya kooperatif saat dibawa.

“Saat ini, keduanya sedang dalam perjalanan ke Wamena untuk diperiksa sebagai tersangka,” kata Yotje.

Menurut Towolon melanjutkan, sekaligus membenarkan ada dua tersangka yang telah ditangkap yaitu HK dan JW, adalah dua orang pemuda yang disangka menjadi penyulut kerusuhan alias provokator. Namun, ia menegaskan, jika dua tersangka itu bukan berasal dari Jemaah GIDI.

“Saya belum tahu pastinya siapa, tapi itu pemuda, bukan jemaah GIDI. Jadi tidak pernah ada itu Muslim-Nasrani bermusuhan dalam sejarah Tolikara. Ini kerusuhan pemuda.

Terkait pembakaran masjid yang menjadi isu sentral kerusuhan ini tidak pernah terjadi secara sengaja. Pembakaran kios adalah awal mula dikarenakan adanya rentetan senjata dari petugas, yang membuat pemuda masuk ke dalam kios-kios untuk berlindung.

“Dari situlah kemudian para pemuda membakar kios dari dalam karena menghindar dari tembakan, bukan membakar masjid. Kami bisa pastikan itu, mungkin itu merembet, ternyata di belakangnya ada musola”

Ia pun senang, jika memang dua tersangka provokator itu telah ditangkap, dan meminta negara memberikan hukum setimpal jika terbukti bersalah. Towolon adalah warga asli Tolikara, ia tidak sependapat jika desanya dianggap tidak bisa menerima keberagaman dan sering terjadi kerusuhan.

“Saya Towolon, 50 tahun, saya pastikan Tolikara aman, karena sejak dulu Muslim dan Nasrasi selalu berteman di Tolikara.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: