Analisis

Klan Assad dalam Arus Arab Spring

02 Maret 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Salah satu penulis media Sosial, Ismail Amin memaparkan analisanya tentang “Klan Assad dalam Arus Arab Spring”, tulisan yang menarik sekali. Berikut analisa tulisannya:

Bashar dukung PalestinaDiawal tahun 2011 the Arab spring juga melanda Suriah. Aksi demonstrasi menuntut perubahan terjadi disejumlah kota besar di Suriah. Memang tidak bisa dipungkiri ada kejenuhan rakyat Suriah atas rezim Assad yang telah berlangsung sejak tahun 1971 dibawah Hafez al Assad yang kemudian digantikan oleh puteranya, Bashar al Assad sejak tahun 2000. Meskipun rezim Assad terbilang otoriter dikarenakan adanya ancaman dari luar (utamanya Israel) dan ketidakstabilan internal namun kebijakan-kebijakan Assad cenderung populis. Kebijakan populis itu terlihat dengan diterapkannya pelayanan kesehatan gratis dan pendidikan gratis hingga universitas. Selama 40 tahun klan Assad berkuasa (Hafez dan Bashar), pembangunan sosial dan ekonomi Suriah terbilang memuaskan, bahkan Suriah menanggung ratusan ribu pengungsi dari Palestina dan Irak dan terkenal dikawasan Timur Tengah sebagai negara terbaik dalam memberikan pelayanan sosial dan ekonomi kepada pengungsi. (Baca: RUSIA MARAH.. Kosachev: Riyadh Tak Pernah Sebut Amerika Sebagai Agresor di Suriah-Irak)

Assad adalah simbol pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina

Dibawah pemerintahan klan Assad, rakyat Suriah bisa dikatakan hidup makmur dan sejahtera, dengan hutang luar negeri nyaris nol. Namun semua itu berubah drastis pasca terjadi konflik internal yang melibatkan kekuatan asing. Suriah menjadi porak-poranda, dan sejumlah wilayahnya berada dibawah kendali kelompok-kelompok pemberontak. Rakyat Suriah yang sebelumnya sejahtera mendadak menjadi pengungsi yang mencari suaka dinegara-negara tetangga sampai ke Eropa. (Baca: Friedman: Ide Gulingkan Bashar Assad adalah Sebuah Gagasan Gila)

Tidak ada satupun rezim di dunia ini yang tidak mempunyai oposisi, seberapapun ngototnya rezim itu berupaya mensejahterahkan seluruh lapisan rakyatnya. Tidak terkecuali rezim Assad. Selain ancaman eksternal, rezim Bashar Assad juga dihantui ancaman internal yang setiap saat bisa merongrong dan menggulingkan kekuasaannya. Jadi, hal yang wajar, jika terjadi aksi demonstrasi dan unjuk rasa yang dimobilisasi oleh gerakan-gerakan rakyat untuk menuntut perubahan ataupun penggantian rezim, namun kemudian menjadi tidak wajar jika aksi demonstrasi itu melibatkan kekuatan-kekuatan yang didukung dan disponsori kepentingan-kepentingan asing. Sebut misalnya, di Washington, London, Berlin, Paris, Ankara, Kairo, al-Manamah, Shanaa, Tehran, Jakarta dan kota-kota yang menjadi ibukota negara, adalah wajar jika rakyat menggelar aksi demonstrasi, sampai tidak jarang terjadi bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran yang menelan korban jiwa dan luka-luka. Namun demonstrasi di Damaskus dan sejumlah kota di Suriah menjadi tidak biasa, terlebih lagi, para demonstran tidak sekedar menggelar aksi damai melainkan angkat senjata, meledakkan bom-bom berkekuatan tinggi dan mendapatkan suplay senjata dari luar negeri. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: