Eropa

Konferensi Internasional Dukung Yaman Serukan Penghentian Agresi Sadis Saudi

Minggu, 28 Agustus 2016,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Konferensi Internasional pertama untuk mendukung rakyat Yaman telah selesai digelar di ibukota Inggris 21 Agustus kemarin. Hasil dari konferensi tersebut adalah seruan kepada masyarakat dunia untuk mendukung rakyat Yaman, dan untuk menghentikan agresi serta mengangkat pengepungan yang dilakukan Arab Saudi terhadap negara tetangganya itu. (Baca: Perdagangan Senjata Antara Inggris dan Saudi Hanya Untuk Bunuhi Warga Yaman)

Konferensi yang diselenggarakan selama dua hari itu, bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai ketidakadilan yang dialami oleh orang-orang Yaman, dan untuk menarik lebih banyak perhatian pada situasi kemanusiaan dan politik menyedihkan yang telah berlangsung disana -meskipun sebagian besar diabaikan oleh media Barat-. Diantaranya adalah untuk menyadarkan dunia mengenai pelanggaran yang dilakukan terhadap anak-anak, efek ekonomi, kemanusiaan, dan efek sosial jangka panjang akibat kehancuran meluas yang terjadi sebagai hasil dari agresi sadis Arab Saudi disana.

Dihadiri oleh para politisi, ekonom, dan ahli hukum dari Jerman, Perancis, Swedia, Belgia, Skotlandia, Kanada, Irak, Suriah dan Bahrain, konferensi ini mengutuk pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional yang telah menjadi kejadian sehari-hari di negara termiskin di Timur Tengah tersebut. (Baca: PERINGATAN SETAHUN PERANG YAMAN, Pesan Pedas Houthi Kepada Tirani Saudi-AS-Israel)

Rekomendasi dari konferensi berpusat di sekitar dua poin penting: penghentian segera agresi militer yang dilancarkan oleh koalisi yang dipimpin Saudi, dan pencabutan blokade ilegal yang saat ini sedang diterapkan ke negara itu. Selain itu, mereka menekankan perlunya masyarakat internasional untuk mendirikan sebuah penyelidikan independen terhadap kejahatan perang yang dilakukan selama konflik.

Selama konferensi makalah yang dipresentasikan menyoroti peran Arab Saudi dalam mengobarkan sektarianisme dan ekstremisme di Yaman, serta peran mereka dalam menekan demokrasi disana. Sementara itu, ada pula diskusi tentang kehancuran warisan budaya di negara yang dilanda perang tersebut. Peran Inggris dan Amerika Serikat dalam mendukung koalisi Saudi dengan penjualan senjata dan dukungan logistik dan saran militer juga dibahas disana. (Baca: Perang Yaman Akibat Tamak Kekuasaan Putra Mahkota Saudi ‘Muhammad bin Salman’)

Lima organisasi hak asasi manusia yang terlibat dalam konferensi: ‘Stop the War Coalition’, ‘Human Rights of Yemen’, the ‘Organization of Sheba for Democracy and Human Rights’, the ‘Arab Organization for Monitoring Human Rights’, dan ‘the International Campaign Against the Arms Trade.

Bersamaan dengan konferensi ini, PBB juga menyerukan masyarakat internasional untuk menghormati kedaulatan dan kehendak rakyat Yaman, dan menghormati parlemen yang baru terbentuk, dimana parlemen ini baru saja menerima sebuah acara besar berupa dukungan dalam reli massa besar di ibukota Sana’a. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: