Amerika

Konfrontasi Barat dan AS Berusaha Lemahkan Rusia

WASHINGTON, Salafynews.com – Ashton Carter, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Sabtu malam (7/11/2015) dalam pidatonya di Lembaga Pertahanan Nasional Reagan mengatakan, “Negara ini tidak ingin bermusuhan dengan Rusia, namun akan tetap menjaga kepentingan-kepentingannya di hadapan Moskow.”

Menteri Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, “Washington dan Moskow akan saling bekerjasama di manapun ketika diperlukan, seperti yang terjadi dalam kesepakatan  nuklir dengan Iran. Carter pada saat yang sama menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak sedang mengupayakan perang dingin dengan Rusia, apalagi perang  militer.

Dijelaskannya bahwa “kami tidak ingin Rusia menjadi musuh kami”. Meski demikian Carter menekankan bahwa Amerika Serikat akan tetap menjaga kepentingannya juga sekutu serta ketertiban internasional.

Sikap terbaru Menteri Pertahanan Amerika Serikat terhadap Rusia menunjukkan bahwa para pejabat Amerika Serikat terkait esensi, mekanisme hubungan Washington dan Moskow, menggulirkan politik standar ganda. Mereka di satu sisi mengklaim sedang menghadapi ketamakan Moskow dalam berbagai wilayah termasuk Eropa Timur dan atas alasan tersebut melancarkan tekanan hebat terhadap Rusia dalam dua tahun terakhir.

Namun di sisi lain, sejumlah sikapnya secara lahiriyah menunjukkan kelembutan dan kecenderungan damai di hadapan Moskow dan berupaya mengesankan sepele perselisihan yang terjadi dengan Rusia. Akan tetapi faktanya, menurut para penguasa Kremlin, Barat berupaya melemahkan dan bahkan memecah-belah Rusia, telah sejak lama. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Amerika Serikat menggunakan berbagai cara.

Barat khususnya Amerika Serikat, dalam program perluasan sayap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam dua dekade terakhir hingga ke perbatasan Rusia, berusaha merangkul negara-negara tetangga Rusia menjadi anggota NATO. Upaya tersebut berlanjut dengan dukungan para penguasa Georgia dan Ukraina untuk bergabung dengan NATO dimana keduanya direaksi dengan tegas oleh Rusia. Paling tidak, untuk sekarang ini, upaya Rusia telah membuat keanggotaan kedua negara tersebut pada NATO ditangguhkan.

Selain itu, Washington memang telah mengambil langkah-langkah konfrontatif terhadap Moskow baik secara nyata maupun dalam kerangka dokumen-dokumen militer strategis.[Sfa/MM]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: