Internasional

Kontra Demonstran Halangi Demo Anti Islam Di Arizona Amerika

Demo Anti Islam di Arizona
Polisi Menjaga Demo Anti Islam di Arizona

Salafynews.com – Sekitar 200 orang mengambil bagian dalam unjuk rasa anti Islam di negara bagian Amerika, Arizona. Unjuk rasa itu ditandingi dengan hadirnya aktifis pembela Islam yang bertindak sebagai kontra demonstran dengan jumlah hampir sama.

Event anti-Muslim yang bertempat di luar masjid Phoenix pada Jum’at kemarin mendapat respon para kontra demonstran yang sebagian meneriakkan, “Pulanglah Nazi!”

Mereka meneriakkan hal itu kepada sejumlah demonstran anti-Islam dimana terdapat puluhan pria yang berpakaian militer dan membawa senjata-senjata semi otomatis.

Demonstrasi yang kemudian menjadi dua kubu yaitu Anti Islam dan Pro Islam itu dipisahkan  oleh garis polisi. Pemandangan yang langka ini segera mendapat respon dari banyak netizen yang kemudian mengunggah momen ini ke dunia maya.

Sahut menyahut dalam teriakan juga terjadi. Disaat salah satu pendemo anti Islam meneriakkan, “Jangan pura-pura menangis kepada Tuhan saat agama kebencian yang bernama Islam ini maunya sok berkuasa!”

Para kontra demonstran menjawab, “Islam mencintaimu!” ISIS bukan Islam!”

Jabat Tangan Jon Ritzheimer, Muhammad Alrokh
Jabat Tangan Jon Ritzheimer, Muhammad Alrokh

Kontra demonstran yang bukan seluruhnya dari muslim, melainkan juga dari Kristen dan beberapa pemeluk kepercayaan lain, bahkan turut berdoa bersama untuk menunjukkan rasa cinta damai. Mereka juga membawa spanduk spanduk berisi pesan perdamaian dan toleransi, menandingi pesan anti Islam dan pesan provokasi dari pihak demonstran anti Islam.

Pemandangan menarik lain, Jon Ritzmer, mantan marinir AS yang pernah ikut dalam invasi Irak, penyelenggara aksi demo ini bahkan pada akhir acara, berjabat tangan dengan aktifis Islam, Mohammad alRokh.

Usama Shami, presiden ICC Phoenix mengatakan ia tidak lagi terkejut demo semacam ini bisa terjadi. “Ini bukanlah hal baru, kebencian, fanatisme, rasisme, adalah hal kuno. Sama saja,” ungkapnya.

”Tidak ada bedanya dengan Nazi, ataupun Neo Nazi. Mereka tidak percaya bahwa bermasyarakat itu seharusnya multikultural dan multietnik. Kurasa, mereka berpikir semua orang harus seiman dengan mereka”.

CaptureTodd Green, professor agama di Luther College di Lowa, yang mempelajari Islamphobia, mengatakan bahwa aksi brutal kelompok teroris ISIS dan kelompok militan lainnya sangat mempengaruhi pandangan banyak warga Amerika terhadap Muslim.

“Hampir dua pertiga warga Amerika tidak tahu bagaimana muslim itu,” jelas Green. “Yang mereka tahu adalah ISIS dan al-Qaeda.(lm/presstv/afp)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: