Fokus

Kota Kafr Nabl dan Al-Zahra Dua Tahun Dalam Kepungan Teroris Al-Nusra

DAMASKUS, Salafynews.com – Kelompok teroris Al-Nusra terus menembakan mortir ke dua kota strategis Al-Zahra dan Kafr Nabl, di Provinsi Aleppo untuk merebut 2 kota itu dan membersihkan seluruh populasinya. Namun, hingga kini teroris Al-Nusra mengalami kegagalan setelah 2 tahun mengepung dan mengisolasi kota tersebut.

Al_Nusra_Kepung_2_Kota_Di_Suriah_Selama_2_TahunDalam perkembangan terbaru teroris Al-Nusra telah menembakkan lebih dari 70 rudal dan mortir ke kota-kota tersebut selama 24 jam terakhir. Sebagian besar rudal dan mortir sengaja diarahkan ke wilayah pemukiman di dua kota tersebut untuk menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, AU Suriah dalam serangan balasannya menargetkan sejumlah titik yang menjadi kosentrasi para teroris dan pusat-pusat pertemuan mereka di sekitar kota al-Zahra dan Kafr Nabl.

Penduduk kota Kafr Nabl dan al-Zahra telah berada di bawah pengepungan kelompok teroris selama lebih dari 2 tahun, meskipun mereka telah berada dalam serangan berat selama empat tahun.

Teroris_Nusra_Kepung_2_Kota_Di_Suriah_Selama_2_Tahun“Pasukan populer di Kafr NABL dan Al-Zahra di bagian Utara Aleppo telah berjuang melawan teroris dengan senjata ringan selama beberapa tahun” kata seorang sumber informasi FNA.

Sementara itu, Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) menuntut negara-negara di dunia untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan bagi penduduk kota Kafr Nabl dan Al-Zahra yang selama dua tahun lebih hiudp dalam keterasingan.

Para aktivis HAM mendesak masyarakat internasional untuk melakukan kampanye di jejaring sosial untuk mengekspose ketertindasan dan kelaparan di dua kota tersebut. Setidaknya untuk menyadarkan masyarakat internasional bahwa organisasi-organisasi HAM dunia, badan-badan internasional dan PBB, diam dan bungkam serta menunjukkan ketidak pedulian terhadap pengepungan yang dilakukan oleh teroris al-Nusra.

Situasi_Di_Al_Zahra“Pengepungan kota Al-Zahra dan Kafr Nabl telah menghadapi keheningan dari badan-badan internasional dan boikot media-media Barat, bahkan mereka lebih memperhatikan hak kaum homoseksual, dan tidak pernah memberikan sedikitpun perhatian pada pembantaian penduduk sipil tak berdosa di dua kota itu”, kata aktivis George Smith.

Situasi di dua kota itu semakin memburuk karena tidak ada akses ke dunia luar sehingga bahan makanan dan obat-obatan semakin menipis. [FNA/SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: