Eropa

Kremlin Bantah Isu Penarikan Pasukan Untuk Tekan Bashar Assad

Kamis, 17 Maret 2016

MOSKOW, SALAFYNEWS.COM – Kremlin membantah bahwa keputusan menarik pasukan inti Rusia dari Suriah bertujuan untuk memberikan tekanan pada Presiden Suriah Bashar al-Assad. Selain itu, ditegaskan bahwa presiden Rusia tidak membicarakan keputusan ini dengan rekan-rekan internasional.

Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia pada Selasa (15/03), dalam menanggapi pertanyaan tentang apakah keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin mengacu pada ketidaknyamanan Moskow terhadap sikap Presiden Suriah, ia menyampaikan dengan tegas: “Tidak, itu tidak benar”.

Kantor berita Russia Today mengutip perkataan Dmitry Peskov yang menyatakan“Ini adalah keputusan yang diambil oleh Presiden Rusia dan Panglima Angkatan Bersenjata Rusia, dengan bersandar pada hasil kerja pasukan Rusia di Suriah”.

Ia menjelaskan bahwa Putin mengambil sejumlah hasil tersebut dengan perhitungan matang dan sampai pada kesimpulan bahwa telah selesai merealisasikan beberapa tugas utama di Suriah.

Peskov menegaskan “Masalah ini sengaja tidak dipaparkan di meja selama pembicaraan dengan para pemimpin asing, itu adalah keputusan yang murni diambil oleh presiden Rusia sendiri”.

Dikesempatan itu ia juga menekankan bahwa beberapa pangkalan militer Rusia akan tetap berada di Humaimam dan Tartous, ia menyarankan kepada para wartawan untuk pergi menuju ke Kementerian Pertahanan Rusia dengan pertanyaan mereka mengenai masa depan program para penasihat militer Rusia di Suriah dan sistem S-400 yang disebar di pangkalan militer udara Humaimam.

Di sisi lain, seorang pejabat militer Rusia di Suriah mengatakan, Selasa (15/03), bahwa Angkatan Udara Rusia akan terus melancarkan serangan udara menargetkan markas-markas kelompok teroris, meski sebagian besar pasukan militer Rusia telah ditarik.

Wakil Menteri Pertahanan Jenderal Nikolai Pankov menjelaskan “Masih terlalu dini untuk berbicara tentang kemenangan atas para teroris. Angkatan Udara Rusia masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, melanjutkan serangan dengan menargetkan para teroris”. Sebagaimana dikutip kantor berita Rusia dari pangkalan militer Humaimam di barat laut Suriah. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: