Internasional

Kunjungan Presiden ICRC ke Iran Bahas Kondisi Kemanusiaan Yaman

IRAN, Salafynews.com – Teheran siap meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman, yang menanggung beban akibat agresi brutal Saudi.

Wakil Presiden Pertama Iran Eshaq Jahangiri mengatakan pada Rabu (12/8/15) bahwa Republik Islam siap untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman melalui Komite Palang Merah internasional (ICRC).

Bantuan_Kemanusiaan_YamanDia membuat pernyataan dalam pertemuan dengan Peter Maurer, presiden ICRC, di Teheran. Jahangiri meminta ICRC untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam memperluas bantuan kemanusiaan kepada bangsa Yaman.

Pejabat Iran menyesalkan tewasnya anak-anak dan perempuan Yaman dalam serangan udara Saudi, mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB bisa memainkan peran yang lebih konstruktif untuk mencegah bencana di negara Arab itu.

Pejabat senior Iran mengatakan dialog adalah satu-satunya solusi untuk krisis di Yaman, menekankan pembentukan pemerintahan inklusif di negara miskin itu.

Jahangiri juga menunjuk isu terorisme di wilayah tersebut, mengungkapkan kekecewaannya atas beberapa kelompok di wilayah yang melakukan kejahatan atas nama Islam.

Kepala ICRC, untuk bagian itu, menghargai kerjasama konstruktif Iran dengan ICRC, menyerukan perluasan hubungan dan kerja sama antara Teheran dan lembaga bantuan internasional.

Maurer juga mengatakan dialog antara Yaman adalah solusi untuk konflik di negara itu, menambahkan bahwa ICRC akan meningkatkan bantuan untuk rakyat Yaman.

Pertemuan Maurer dengan para pejabat tinggi Iran datang setelah kunjungan tiga hari kepala ICRC ke Yaman, di mana ia menggambarkan situasi kemanusiaan tidak kurang dari “bencana.”

Dalam pernyataan yang dikeluarkan menjelang kunjungannya ke Yaman pada 8 Agustus, presiden ICRC memperingatkan tentang situasi kemanusiaan yang memburuk di negara Arab itu, mengatakan, “kondisi kemanusiaan di dalam konflik ini menjadikan tidak ada keluarga di Yaman saat ini nmyang tidak terpengaruh.”

Agresi militer Saudi terhadap Yaman, yang dimulai pada 26 Maret, dimaksudkan untuk melemahkan pejuang Houthi Ansarullah dan mengembalikan kekuasaan mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, sekutu setia rezim Riyadh.

PBB mengatakan konflik Yaman sejak akhir Maret telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, hampir setengahnya adalah warga sipil. Namun sumber lokal Yaman, memperkirakan angka kematian jauh lebih banyak. [PressTV/SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: