Nasional

Kursi Panas Kapolri Muncul Duo ‘Budi’

Sabtu, 04 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Suksesi kepemimpinan di institusi Kepolisian Republik Indonesia kerap disebut-sebut perang bintang. Bukan tanpa alasan mengingat calon orang nomor satu di institusi ini minimal harus berpangkat jenderal bintang tiga.

Institusi Polri memiliki sembilan jenderal bintang tiga yang saat ini tengah cemas menanti namanya masuk ke meja Presiden Joko Widodo sebagai calon Kapolri yang kemudian bakal diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Nama-nama tenar menghiasi bursa calon Kapolri. Mulai dari Wakapolri Komjen Budi Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Tito Karnavian, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso, Sekretaris Lemhanas Komjen Suhardi Alius, Irwasum Polri Komjen Dwi Prayitno, Kepala Kabarharkam Komjen Putut Bayu, Kabaintelkam Komjen Pol Djoko Mukti hingga Kabareskrim yang baru dilantik Irjen Ari Dono.

Anggota Kompolnas Yotje Mende memastikan calon Kapolri sudah dapat diumumkan pada bulan Juni atau sesuai dengan permintaan dari Menko Polhukam yang juga Ketua Kompolnas Luhut Pandjaitan. “Ya beliau ancar-ancar, bulan Juni itu sudah ada nama,” kata Yotje.

Semua jenderal bintang tiga berpeluang mengisi kursi Kapolri yang bakal ditinggalkan Jenderal Badrodin Haiti yang pensiun Juni ini. “Pasti lah bintang 3 semua,” kata Menko Polhukam Luhut Pandjaitan di kantornya, Jakarta, Jumat (3/6).

Namun Luhut enggan menyebut nama yang bakal diserahkan ke meja presiden. “Nama-namanya tidak boleh dong saya ngomong, saya belum lapor presiden, Presiden is my boss. Jadi mesti lapor ke bos saya dulu baru ke kalian,” jelasnya.

Diantara nama-nama tersebut, dua nama jenderal berpeluang besar menerima tongkat estafet kepemimpinan di tubuh Polri. Beredar kabar menyebutkan, Presiden Joko Widodo dihadapkan pada pilihan duo Budi yakni Wakapolri Komjen Budi Gunawan dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso.

Pengamat Politik Boni Hargens melihat, dari sejumlah nama calon Kapolri yang akan menjadi pengganti Jenderal Badrodin Haiti, nama Komjen Budi Waseso dianggap jadi salah satu yang layak dipertimbangkan Presiden Jokowi. Alasannya, Kepala BNN ini dipandang sebagai figur atau sosok pembaharu di korps Bhayangkara.

“Budi Waseso ini jenderal polisi yang menurut saya menjadi pembaharu persepsi publik tentang Polri,” ujar Boni dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/6).

Boni berpendapat, Budi Waseso mencitrakan polisi bersih dengan kinerja yang kompeten. Apalagi selama menjadi Kabareskrim dan Kepala BNN, Budi Waseso fokus dalam menjalankan tugas.

“Budi Waseso betul-betul jenderal yang tidak kaya raya lho, dan dia memang betul-betul kerja. Saya rasa dia juga tak akan memusingkan hal ini (bursa calon Kapolri) karena dia sedang sibuk dengan BNN-nya,” ujar Boni.

Saat diminta pendapatnya perihal calon Kapolri, Komjen Budi Waseso enggan berspekulasi mengenai. Dia menjawab diplomatis, keputusan berada di tangan Presiden Joko Widodo.

“Kita serahkan ke Pak Kapolri, semua petinggi Polri diajukan ke Presiden. Presiden menentukan, semua layak,” ucap Budi Waseso di BNN, Kamis (17/3).

Namun mantan Kabareskrim ini selalu siap jika memang mendapat amanat memimpin Korps Bhayangkara. “Kalau prajurit abdi negara, di mana pun ditugaskan negara. Kita harus siap,” tuturnya.

Respons positif terhadap Budi Waseso juga datang dari anggota Komisi III DPR Nasir Djamil, Menurutnya, ada sejumlah nama petinggi Polri yang dinilai pantas menggantikan Jenderal Badrodin. Tidak terkecuali mantan Kabareskrim yang saat ini menjabat sebagai Kepala BNN, Budi Waseso. Di mata Nasir, sosok Budi Waseso calon yang memenuhi syarat dan berintegritas.

“Bisa saja dia (Budi Waseso), bintang tiga, semua sudah cukup syaratnya,” kata Nasir.

Dukungan terhadap Budi Gunawan jauh lebih besar. Terutama dukungan dari partai politik. Budi Waseso pernah menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri. Saat itu DPR meluluskan dan menyatakan Budi Waseso layak menjadi Kapolri. Namun kuatnya penolakan terhadap Budi Gunawan membuat Presiden Joko Widodo memilih Badrodin Haiti sebagai Kapolri.

Untuk calon Kapolri kali ini, nama Budi Gunawan kembali muncul sebagai calon kuat. Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menilai, jika tongkat Kapolri diserahkan kepada orang-orang yang sudah mengetahui kondisi seluk beluk institusi kepolisian, maka orang tersebut bisa langsung bekerja tanpa adaptasi lama.

Adhie menilai figur paling tepat melanjutkan estafet kepemimpinan dari Jenderal Badrodin Haiti yang pensiun Juni ini adalah Wakapolri Komjen Budi Gunawan. Menurutnya naiknya Budi Gunawan akan mempermudah suksesi pergantian Kapolri, sehingga mekanismenya pun akan berjalan dengan lancar.

“Saya berharap di sejumlah wilayah strategis, suksesi kepemimpinan seperti ini harus diprioritaskan kepada wakilnya. Karena pengalamannya pasti lebih tahu tentang segala kasus. Jadi nggak perlu ada studi kasus lagi, bisa langsung kerja,” ujar Adhie.

Dukungan terhadap Budi Gunawan justru paling besar datang dari partai politik. PDIP semakin ngotot mendorong Budi Gunawan sebagai Kapolri. Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang mendesak agar Presiden Jokowi segera melayangkan surat ke DPR. Hal tersebut terkait pergantian Kapolri pengganti Jenderal Pol Badrodin Haiti yang akan segera berakhir bulan depan.

“Kalau tentang Pak Budi Gunawan, kita berharap Pak Jokowi segera mengajukan nama tersebut kepada DPR untuk dimintai persetujuan menjadi Kapolri. Kan begitu proses hukum tata negaranya,” kata Junimart.

Politikus PDIP ini mengakui sejauh ini masih menunggu surat tersebut untuk diproses di komisi III DPR. Dia malah yakin jika BG akan lolos fit and proper test.

“Saya jamin Pak Budi Gunawan akan memimpin Polri secara baik, benar, dan jujur. Secara hukum sudah selesai, pengadilan memenangkan beliau (BG). Secara politik juga di DPR, kami di komisi III sudah setuju beliau jadi Kapolri,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al-Habsy menilai Wakapolri Komjen Budi Gunawan kompeten menjadi menggantikan Badrodin. Budi Gunawan dinilai layak untuk menggantikan Badrodin Haiti yang akan memasuki masa pensiun Juli 2016 mendatang. “Saya rasa itu BG merupakan profil yang cocok untuk jadi Kapolri,” kata Aboe Bakar.

Ketua DPP PKS ini menjelaskan, latar belakang Budi Gunawan sudah lengkap sebagai modal memimpin Polri. Misalkan dalam tugas kewilayahan pernah ditempatkan di Polda Jambi dan Polda Bali. Selain itu BG pernah menjabat pada unsur pendukung Polri sebagai Kalemdiklat Polri.

“Pernah pula menjabat pada unsur pembantu pimpinan sebagai Kadiv Binkum, pada unsur pengawasan pernah menjabat sebagai Kadiv Propam. Dan juga pada unsur pimpinan sudah berpengalaman menjabat sebagai Wakapolri,” tuturnya.

Sekjen PKB Abdul Kadir Karding juga memiliki penilaian sama. Dia melihat sosok Budi Gunawan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Tapi lagi-lagi, dia menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada Jokowi. “Budi Gunawan punya kualitas kepemimpinan yang baik,” ujar Karding ketika ditanya soal Budi Gunawan. Siapakah diantara dua Budi yang bakal dipilih Jokowi?. (SFA)

Sumber: Merdeka

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: