Internasional

Lagi, Pembunuhan Pria Kulit Hitam Oleh Polisi AS

Salafynews.com, NEW YORK Seorang warga keturunan Afrika-Amerika bernama Richard Gregory Davis tewas di tangan seorang petugas polisi di Rochester, New York, setelah di setrum dengan senjata Taser (alat kejut listrik), Senin lalu, ungkap seorang pejabat wilayah setempat.

Menurut saksi mata, Gregory, 50 tahun, ayah dari 6 anak ini menderita sesak napas, setelah seorang pria berseragam polisi menembakkan alat kejut listrik ke padanya.

Versi resmi menyatakan, korban menabrakkan mobilnya ke sebuah mobil lain, dan beberapa menit kemudian menabrak sebuah gereja lantas pada akhirnya melarikan diri begitu saja.

Beberapa jam kemudian, Davis kembali menuju kendaraannya kemudian mengendarai dan menabrakkan diri berkali-kali pada sebuah poster di jalan itu, kemudian ia dihentikan oleh seorang petugas kepolisian yang memintanya menghentikan mobil, namun permintaan itu ditolak.

Petugas polisi Rochester, Michael Ciminelli mengatakan David meninggalkan mobilnya sambil marah-marah sehingga ia menggunakan senjata Taser itu untuk menghentikannya, sayangnya kondisi pria Afrika-Amerika itu tiba-tiba memburuk dan segera dilarikan ke rumah sakit namun tak tertolong.

Sebuah laporan dari New York Times menyatakan bahwa angka kematian dikarenakan senjata api meningkat tajam dua tahun berturut-turut. Sesuatu yang belum pernah terjadi sejak tahun 90 an.

Laporan media baru-baru ini mengklaim bahwa polisi kini lebih sering menggunakan senjata Taser.

Organisasi Hak Asasi Manusia Internasional mengatakan bahwa penggunaan perangkat ini telah menyebabkan lebih dari 500 kematian. Sementara kritikus berpendapat bahwa penggunaan alat kejut listrik dapat memperburuk kondisi medis korbannya dan bahkan bisa menyebabkan serangan jantung yang fatal. (lm/prensalatina)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: