Editorial

Lahar Dingin Fatwa MUI Tentang “Pengkafiran & Penyesatan”

Salafynews.com – Semakin suburnya gerakan-gerakan radikalisme dan Intoleran yang tumbuh berkembang di Nusantara ini, akibat dari gerakan-gerakan “Negeri Khilafah dan Wahabisme” yang semakin merajalela. Gerakan ini berjalan dengan amat tertata dan rapi sekali, bahkan sulit untuk mendeteksinya, akankah NKRI di rampas dan di kuasai oleh mereka?

Isu sektarian dihembuskan dengan begitu kencangnya, sunnah-syiah dibenturkan oleh wahabi hanya untuk melegalkan dan melancarkan gerakan mereka. Banyak dan sering sekali para pendekar Wahabi meneriakkan Yel-yel Anti Syiah dan mengkafirkan Sunni, padahal itu hanyalah lelucon dari para pengikut yang tak bertuan karena sang “Khalifah” yang mereka yakini tidak jelas wujud dan keberadaannya.

Perbedaan Sunnah-Syiah hanyalah perbedaan yang bersifat Fiqhiyah aja tidak lebih dari itu, dalam propaganda Wahabi mereka mengatakan bahwa Syiah membenci Sahabat Nabi, Al-Qur’an nya beda, nikah Mut’ah Haram dan itu semua adalah propaganda sadis dan tidak pernah terbukti. Syiah adalah bagian dari Islam menurut semua Ulama Besar Ahlussunnah wal Jamaah.

Beberapa hari yang lalu menurut Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-5 di Pesantren At-Tauhiddiyah Cikura, Tegal, Jawa Tengah menegaskan setiap individu tak bisa sembarangan mengeluarkan cap kafir kepada golongan atau kelompok tertentu.

MUIFatwa MUI terbaru ini menyebutkan pengkafiran hanya dapat dilakukan oleh lembaga ulama yang disahkan negara dan umat atau lewat kewenangan MUI pusat.

Hasanuddin AF, Ketua Komisi Fatwa MUI, mengatakan fatwa khusus para ulama ini muncul seiring maraknya fenomena pengkafiran di masyarakat yang terus marak.

“Suatu golongan atau kelompok dengan mudah mengkafirkan kelompok lain, yang tidak jarang Islam juga. Bahkan sering muncul istilah ‘halal darahnya’,” jelas Hasanuddin saat dihubungi Dream, Kamis, 11 Juni 2015, siang.

Menurut Hasanuddin, adanya lembaga ulama resmi yang ditunjuk negara dimaksudkan agar kriteria kafir tidak dilakukan sembarangan. Persoalan pertanggungjawaban juga akan semakin jelas.

Fatwa mengenai klaim kafir, ungkap Hasanuddin telah mencapai kesepakatan akhir dari para ulama. Namun fatwa ini baru bisa menjadi menjadi aturan formal setelah ditandatangani Ketua MUI.

“Tinggal tanda tangan saja. Barangkali secepatnya agar bisa sah,” pungkasnya.

Sayangnya, Syiah tidak hanya menjadi sasaran kritik sejumlah kelompok Islam konservatif tetapi juga target kekerasan fisik seperti terjadi di Sampang, Bogor, dan Lombok.

Yang sering menyebut Syiah secara terang-terangan sebagai heretik, rafidah, dan murtad adalah para ulama Wahabi ultrakonservatif.

Yang berbahaya adalah apakah MUI sendiri bisa apa tidak menjaga netralitasnya dalam menghadapi masalah-masalah agama yang ada. Mari kita pahami sekali lagi, bahwa gerakan yang mengatasnamakan dakwah Islam dan kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah atau yang mengajak untuk kembali kepada ke-khilafahan merupakan sebuah usaha pengelabuan terhadap kaum muslimin yang awam untuk mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan yang sah. Sehingga gerakan ekstrem yang mengatasnamakan agama ini (Wahabi Takfiri dan Wahabi Khawarij) serta gerakan politik dengan mengerahkan massa seperti HTI ataupun PKS dan bentukannya yang berusaha menguasai lembaga tinggi negara dan keagamaan seperti MUI, hadir sebagai gerakan politik yang ingin mempengaruhi kebijakan negara dan pemerintahan Indonesia serta menghancurkan tradisi-tadisi dan budaya-budaya keagamaan ala NU dan Islam Nusantara, oleh karena itu negara harus super waspada terhadap kelompok-kelompok tersebut. Baca HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI (SFA/Berbagai Sumber)

1 Comment

1 Comment

  1. wababi sisapi

    June 17, 2015 at 4:36 pm

    Partai Korupsi Sapi (PKS) suatu saat akan merubah haluan dengan mendirikan khilafah ala mrk yg akan hancurkan NKRI, mrk diam2 pro ISIS dan sejenisnya yg najis krn membantai kaum muslimin dan orang yg tak bersalah. Hantu Tikus Indonesia (HTI), Salah Fikir (Salafi) adalah ormas dan ideologi teroris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: