Umum

Laporan; AS Berkelit Dari Tanggung Jawab Atas Serangan Saudi Di Yaman

WASHINGTON DC – Pemerintah AS menyediakan bantuan kepada Arab Saudi untuk menentukan target dalam membombardir Yaman, ungkap sebuah laporan.

Menurut laporan Huffington Post, walaupun AS mengatakan pihaknya berusaha menjauhkan diri dari meningkatnya kerugian pada masyarakat sipil di Yaman, namun di saat yang sama memberikan bantuan kepada koalisi pimpinan Saudi untuk menentukan target yang akan dibom di Yaman selama enam bulan terakhir.

Laporan itu menunjuk kepada ‘perbedaan’ komentar dari para pejabat AS mengenai perang Yaman, di mana seorang pejabat senior pemerintah pernah mengatakan, bahwa pihaknya memberikan bantuan intellijen guna menentukan sasaran yang tepat kepada Arab Saudi, sementara juru bicara Gedung Putih, Ned Price, pada hari Jum’at lalu mengatakan bahwa, Amerika Serikat tidak mengambil peran dalam keputusan yang dibuat koalisi untuk menentukan target di Yaman.

“Ada perbedaan yang jelas antara dukungan logistik dan intelijen, yang telah kami sediakan, dan ambil bagian mengenai keputusan menentukan target, yang tidak kami lakukan,” ungkapnya.

Hal ini jelas terlihat bertentangan antara laporan yang satu dengan lainnya, dimana Pusat Komando AS mengatakan bahwa mereka telah menyediakan bantuan untuk menargetkan sasaran kepada koalisi pimpinan Saudi sementara kemudian juru bicara Gedung Putih menyangkalnya.

Laporan Huffington Post itu kemudian menyatakan bahwa saat ini Amerika Serikat sedang berkelit dari tanggung-jawabnya terhadap serangan Saudi yang menewaskan masyarakat sipil di Yaman, terutama setelah peristiwa serangan di sebuah pesta pernikahan di Taiz, yang menewaskan sekitar 130 orang.

Selain itu, sebuah laporan dari Congressional Research Service(Badan Riset Kongres) mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menjual persenjataan senilai 90miliar dolar kepada Arab Saudi antara 2010hingga 2014, termasuk jet tempur, helikopter, sistem pertahanan Rudal, rudal, bom, dan kendaraan lapis baja.

Laporan itu juga mencatat bahwa AS telah memasok Arab Saudi dengan senjata-senjata buatan Amerika untuk intervensi militer Saudi ke Yaman dan berbagi intellijen untuk mendukung Riyadh menentukan sasaran yang tepat.

Akhir Maret lalu, Riyadh meluncurkan kampanye udara melawan Yaman. Agresi militer fatal, yang belum menerima mandat PBB itu dikatakan bertujuan untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan kekuatan untuk sekutunya, mantan presiden Yaman yang buron, Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Menurut Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, jumlah korban sipil dalam enam bulan sejak 26 Maret mencapai 7.217, termasuk 2.355 tewas dan 4.862 terluka. (Sfa/lm/ptv/huffpost)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: