Asia

Laporan: Hacker Cina miliki Data Personal Pegawai Federal Amerika

Salafynews.com, WASHINGTON – Laporan terbaru menyatakan bahwa hacker telah berhasil meretas akses nomor jaminan sosial dan seluruh informasi pribadi setiap pegawai federal AS.

Pelanggaran keamanan yang merupakan pelanggaran terburuk selama masa pemerintahan Obama itu dilaporkan diperbuat oleh hacker-hacker dari China. Hal ini dilaporkan oleh unit pekerja pemerintahan AS kepada Associated Press pada hari Kamis (11/6) kemarin.

Menurut laporan AP, para hacker itu kini memiliki catatan militer dan informasi status para veteran termasuk alamat, tanggal lahir, pekerjaan, riwayat gaji, asuransi kesehatan, dan asuransi jiwa. Para hacker itu juga sudah mengantongi  informasi para pensiunan mencakup umur, jenis kelamin, dan data ras.

Menurut unit tersebut, kerusakan yang dialami akibat pencurian data cyber, jauh lebih buruk dari yang telah diakui Presiden Obama.

David Cox, presiden Pegawai Pemerintah Federal Amerika mengeluarkan surat resmi kepada Kantor Manajemen Personalia, mengatakan, “Kami percaya bahwa nomor jaminan sosial yang tidak terenkripsi adalah kegagalan keamanan yang jelas-jelas memalukan dan tidak dapat dipercaya”.

“Berdasarkan informasi samar yang telah disediakan OPM, kami percaya bahwa File Data Personalia Pusat adalah basis data yang menjadi terget, dan para hacker itu kini memiliki semua data personil setiap karyawan federal, setiap pensiunan federal, dan sampai mantan karyawan federal”.

Selain itu, ketua Dewan Komite Keamanan Dalam Negeri baru-baru ini menuduh China terlibat dalam pencurian empat juta data karyawan federal AS tersebut.

“Semua indikator ancaman menunjukkan fakta bahwa China, atau pihak yang disponsori China adalah pelakunya dilihat dari cara pencurian terjadi,” ungkap Michael McCaul ketua Dewan Komite Keamanan Dalam Negeri, pada hari minggu lalu.

 “Menurut saya, ini adalah serangan China kepada pemerintah AS,” tambahnya kepada CBS News,”Ini adalah pencurian data paling signifikan dalam sejarah AS,” tambahnya.

Pekan lalu, para pejabat AS mengatakan hacker telah masuk ke dalam sistem komputer dari Kantor Manajemen Personalia AS dan mendapatkan akses data terhadap sekitar 2,7 juta pekerja pemerintah  dan sekitar 2 juta pekerja pensiun.

Namun, Kemenlu Negeri Cina telah mengumumkan bahwa tuduhan terhadap Beijing itu sama sekali  tidak bertanggung jawab. (lm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: