Eropa

Lavrov: Kami Tak Akan Tunda Lagi Hajar Siapapun yang Berkomplot dengan Teroris

Sabtu, 11 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, RUSIA – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan untuk mengecualikan dua kelompok ISIS dan Jabhat Al-Nusra dari upaya penghentian pertempuran atau gencatan senjata Suriah, ditambah dengan sejumlah kelompok yang berkolaborasi dengan kedua kelompok diatas. (Baca: Lavrov: Tidak Ada Satupun yang Berhak Paksa Assad untuk Pergi)

Menteri Rusia itu dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Jordania, Nasser Judeh, setelah pembicaraan mereka berdua di Moskow, Kamis (09/06), mengatakan “pada tahap ini kami memberikan perhatian khusus untuk memastikan komitmen penuh pada upaya penghentian permusuhan berdasarkan pada pemahaman yang jelas tentang keharusan pengecualian dari sistem tersebut kelompok ISIS dan Jabhat Al-Nusra serta mereka yang bekerjasama dengan kedua kelompok itu, selain itu perlu untuk mengakhiri infiltrasi teroris dan senjata dari Turki”.

Lavrov memperingatkan bahwa perlambatan dalam memukul para teroris dan penundaan aksi militer dengan dalih memberikan lebih banyak waktu kepada oposisi bersenjata Suriah untuk keluar dari sejumlah wilayah markas ISIS dan Jabhat Al-Nusra akan sangat berbahaya. (Baca: Lavrov: Yang Menuntut Kepergian Assad Sama Saja Dengan ISIS)

Ia mengatakan bahwa waktu yang diberikan sudah cukup bagi setiap faksi bersenjata untuk memilih apakah mereka akan bergabung dengan upaya penghentian permusuhan atau tidak.

Ia juga menegaskan “oleh karena itu kami mengangkat ide tersebut ke hadapan mitra kami Amerika Serikat karena mereka adalah yang memimpin koalisi internasional, dan kami telah mengingatkan mereka bahwa terus menunggu akan merugikan terutama terhadap misi kami bersama  dalam perang melawan terorisme”. (Baca: LAVROV; Rusia Tak Akan Hentikan Serangan Udara Sampai Teroris Dikalahkan)

Ia menekankan bahwa Jabhat Al-Nusra dan ISIS harus menanggung semua kelompok yang tidak bergabung dalam upaya penghentian permusuhan atau yang melanggar perjanjian gencatan senjata meski telah menyatakan bergabung, masing-masing dari keduanya harus bertanggung jawab penuh atas keputusan yang diambil oleh semua kelompok tersebut. (SFA)

Sumber: SyiriaNow

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: