Eropa

LAVROV; Rusia Tak Akan Hentikan Serangan Udara Sampai Teroris Dikalahkan

4 Februari 2016

MOSKOW, SALAFYNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kembali menegaskan bahwa Moskow akan terus melakukan serangan udara terhadap teroris di Suriah sampai mereka dapat dikalahkan.

“Serangan udara Rusia tidak akan berhenti sampai kami benar-benar mengalahkan kelompok-kelompok teroris, baik ISIS [Daesh/ISIL/IS] dan Jabhat al-Nusra,” katanya pada konferensi pers di ibukota Oman, Muscat, Rabu (3/02).

Pernyataan Lavrov merupakan tanggapan atas pernyataan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang meminta Rusia untuk menghentikan serangan udara, Lavrov mengatakan, “Saya tidak melihat alasan, mengapa serangan udara ini harus dihentikan.”

Sejak 30 September 2015, Rusia telah menggempur posisi-posisi ISIS dan kelompok teroris lainnya di Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus. Para teroris ISIS telah melakukan kejahatan perang terhadap penduduk sipil di Suriah, serta di Irak.

Washington dan beberapa sekutunya juga telah melakukan serangan udara terhadap apa yang dikatakan mereka posisi ISIS di Irak dan Suriah.

Lavrov, bagaimanapun meragukan tujuan yang disebut koalisi pimpinan AS, dan mengatakan “Mitra kami terus menghindari dialog pragmatis, yang telah kami menawarkan kepada mereka sejak awal. Memang, ini terlihat mencurigakan dan menimbulkan pertanyaan tentang tujuan sebenarnya dari koalisi”.

Mengenai gencatan senjata di Suriah, Lavrov mengatakan Moskow memiliki “ide pragmatis” dan mencari solusi tepat “untuk membahas ide-ide ini pada pertemuan pada 11 Februari “.

Akhir bulan lalu, Moskow mengusulkan untuk mengadakan pertemuan internasional di Suriah dengan partisipasi dari wakil negara-negara Barat dan Timur Tengah, di kota Jerman Munich pada bulan Februari.

Bagaimanapun, Lavrov mengatakan gencatan senjata di Suriah tidak dapat dikenakan kecuali Turki mengamankan perbatasannya untuk mencegah penyelundupan senjata dan masuk para teroris ke Suriah.

Ankara telah berulang kali dituduh menjadi salah satu pendukung utama kelompok militan yang beroperasi di Suriah, dengan laporan yang mengatakan bahwa Turki secara aktif melatih militan Takfiri dan memfasilitasi perjalanan mereka menyebrang ke Suriah.

Sementara, Rusia adalah salah satu negara yang mendukung pasukan pemerintah Suriah dalam perjuangan mereka melawan kelompok-kelompok teror. [Sfa/AB/Ptv]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: