Eropa

Liburan Mewah Raja Salman Ditengah Derita Yaman

Salafynews,com, PARIS – Pantai Vallauris di Riviera Prancis yang biasanya dipenuhi oleh para turis yang ingin berlibur dan ingin berjemur, kini terlihat sunyi senyap semenjak tempat itu ditutup untuk umum, demi  mempersiapkan liburan mewah untuk Raja Arab Saudi Salman, bin Abdul Aziz. Kunjungan Raja Saudi  itu sendiri telah membuat gusar banyak warga lokal.

_84490155_028313178 an-afptv-screen-grab-shows-the-beach-at-vallauris-which-will-be-cut-off-from-the-public-during-the-saudi-royal-familys-stayRumah mewah yang digunakan Raja selama liburan diberi tanda polisi yang berbunyi, “Akses dan pergerakan dilarang di domain maritim publik ini, dan kegiatan berenang tidak diperbolehkan di area tempat tinggal Raja Arab Saudi.”

Sebuah mobil patroli polisi juga terparkir di pintu masuk area rumah kerajaan, dimana Raja dan  anggota rombongannya tiba di hari Sabtu kemarin.

Kendaraan polisi lain juga ditempatkan di pantai Vallauris, antara Atibies dan Marseille.

Di lautnya, dua perahu resmi kepolisian berpatroli untuk memastikan tidak ada penyusup di radius 300 meter di sekitar daerah yang dilarang.

Di pintu masuk utama ke villa raja yang membentang sepanjang beberapa ratus meter dari garis pantai, banyak penjaga keamanan dapat dilihat bersantai di kursi berjemur plastik.

Akses ke pantai itu biasanya terbuka untuk umum di Perancis karena pantai itu memang pantai untuk publik, dan situasi langsung memanas begitu pihak berwenang setempat menutupnya untuk disewakan pada pihak-pihak tertentu.

Sebelumnya, sekitar 400 sedan mewah dengan jendela gelap telah disewa untuk kedatangan rombongan kerajaan itu bulan ini. Mobil-mobil mewah itu nanti yang akan membawa rombongan kerajaan berkeliling.

Selama tiga minggu, truk-truk pengangkut peralatan  hilir mudik  mengangkut berbagai barang, bunga, perlengkapan mewah  dan bahkan pekerja rumah tangga, demikian diungkap beberapa suster yang bekerja di kediaman villa super mewah raja.

Sebuah petisi yang meminta pantai tetap dibuka menjelang kedatangan Raja Salman waktu itu berhasil mengumpulkan 120.000 tandatangan dari warga lokal.

“Warga Saudi diterima di Perancis selama mereka menghormati undang-undang Perancis,” ungkap konselor setempat, Jean-Noel Falcou yang memulai petisi itu.

“Kapan semua ini akan berakhir jika yang kaya dan yang kuat punya hak untuk melanggar hukum, hanya karena mereka bisa membayar?” pungkasnya.

Sementara Raja Salman melaksanakan liburan super mewah di Perancis, serangan udara jet tempur Saudi masih terus membombardir Yaman.

Hingga Minggu (26/7) kemarin, Arab Saudi telah menyerang Yaman selama 123 hari demi mengembalikan sekutunya, mantan Presiden Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan. Kebrutalan Saudi atas Yaman  hingga kini telah memakan 5.310 korban tewas yang kebanyakannya adalah wanita dan anak-anak.  (ARN/MM/Ahramonline)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Raja Saudi Cuek Bebek Soal Pengungsi Suriah | SalafyNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: