Eropa

Majalah Charlie Hebdo Olok-Olok Kematian Aylan Kurdi

Salafynews.com, PARIS – Majalah satire Prancis, Charlie Hebdo dihujat banyak orang termasuk para pendukung majalah itu. Musababnya, majalah tersebut mengejek kematian Aylan Kurdi, bocah tiga tahun asal Suriah yang tewas tenggelam di laut Turki saat ingin mengungsi ke Eropa. (Baca Seorang Balita Terdampar Tak Bernyawa di Pantai Turki)

Charlie Hebdo didukung banyak orang ketika kantor majalah itu diserang dua pria bersenjata yang menewaskan sejumlah wartawan dan editor dengan alasan majalah itu pernah menghina Nabi Muhammad.

Kini para pendukungnya berbalik menghujat majalah itu karena menjadikan gambar kematian Ayan Kurdi sebagai sampul depan dengan tulisan yang mengolok-olok.

“Selamat datang migran!” demikian terjemahan judul utama majalah satire itu dengan gambar sampul Aylan Kurdi yang tergeletak tak bernyawa yang ditambahi gambar badut yang tertawa. “Begitu dekat ke tujuan” lanjut sub judul majalah tersebut yang menggambarkan Aylan Kurdi telah meninggal sebelum sampai ke tujuan pengungsian di Eropa. (Baca Kisah Fotografer Yang Mengabadikan “Malaikat Kecil” Aylan Kurdi)

Tak hanya itu, majalah Charlie Hebdo juga menampilakan gambar sosok Yesus di laut, yang di samping kakinya muncul seorang bocah dari dalam laut.”Bukti bahwa Eropa adalah Kristen. Kristen berjalan di atas air. Anak-anak Muslim tenggelam,” tulis majalah itu yang menyinggung masalah agama dalam krisis pengungsi, seperti dikutip Toronto Sun, Selasa (15/9/2015).

Banyak orang, terutama di media sosial bertanya-tanya, apakah kini layak berujar “JeSuisCharlie?”. Kalimat dalam bahasa Prancis yang bermakna “Saya Charlie” itu pernah medunia ketika banyak orang mendukung majalah itu setelah diserang dua pria bersenjata.

”Mari bertanya-tanya, jika para pemimpin top Eropa masih mendukung Charlie Hebdo, karena mereka mengejek anak-anak Suriah yang tewas,” tulis salah seorang pengguna Twitter.”Apakah kita masih ‘JeSuisCharlie’ sekarang?,” tanya pengguna Twitter lainnya.

Tidak sedikit yang menyalahkan majalah satire itu. Sebab, ketika masyarakat internasional berempati pada kematian Aylan Kurdi, majalah itu justru seeanaknya membuat hinaan. (SFA/AM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: