Headline News

Maklumat Kapolda Metro Jaya soal Aksi Demo Akan Disebar Lewat Udara

kapolda-metro-jaya

Selasa, 22 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengeluarkan maklumat terkait aksi unjuk rasa pada 25 November dan 2 Desember 2016 mendatang. Rencananya, maklumat tersebut juga akan disebar ke masyarakat lewat udara menggunakan helikopter.

“Rencananya akan kami sebarkan juga melalui udara agar semua maklumat bisa diterima masyarakat dan dibaca,” ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/11/2016).

Selain melalui udara, maklumat tersebut juga akan diberikan secara langsung ke masyarakat. Nantinya, maklumat tersebut akan dibagikan langsung oleh polisi dengan dibantu oleh TNI.

“Tentunya secara paralel dan door to door akan kami sampaikan. Apakah itu langsung melalui aparat kepolisian di wilayah dan dibantu oleh TNI, oleh bhabinkamtibmas dan babinsa, kemudian kapolsek, danramil serta kapolres wajib melaporkan juga,” ucap dia.

Maklumat dengan nomor Mak/04/XI/2016 itu berisi sejumlah aturan dan ketentuan terkait dengan penyampaian pendapat di muka umum. Salah satunya berisi larangan untuk berbuat makar.

Sedikitnya, ada empat poin yang tertulis dalam maklumat tersebut. Pertama, para peserta diminta mematuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam UU RI Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan penyampaian pendapat di muka umum, khususnya tentang kewajiban, larangan, dan sanksi bagi pelaku atau peserta.

“Apabila tidak sesuai dengan ketentuan dan melanggar hukum, polisi akan menindak secara tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujar Iriawan dalam maklumat yang diterima Tempo, Selasa, 22 November 2016.

Kedua, penyampaian pendapat di muka umum dilarang membawa senjata tajam, senjata pemukul, atau benda-benda yang membahayakan. Selain itu, Polda Metro Jaya harus diberi tahu tentang rencana kegiatan tersebut.

Ketiga, dilarang mengganggu ketertiban umum, merusak fasilitas umum, dan melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan fungsi jalan arus lalu lintas, dan melakukan provokasi yang bersifat anarkistis atau yang mengarah kepada SARA. “Pelaksanaannya hanya dibatasi mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB,” demikian dituliskannya.

Keempat, dilarang melakukan kejahatan terhadap keamanan negara berupa makar terhadap presiden dan atau wakil presiden, dan makar hendak memisahkan dari NKRI, serta makar dengan menggulingkan pemerintah Indonesia. Terhadap perbuatan tersebut, pelaku dapat dihukum mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun. (SFA/BerbagaiMedia)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: