Internasional

Mantan Komandan Tentara Suriah: Obama Adalah Seorang Pembohong

28 April 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Salah seorang ahli strategi dan mantan komandan di pasukan Suriah, Kolonel Mar’i Hamdan, melancarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat, setelah dikeluarkannya keputusan pengiriman 250 personil militer tambahan ke Suriah dengan alasan untuk memerangi kelompok teroris ISIS, dimana sebenarnya tujuan dari pengiriman itu tidak lain hanya untuk memperkuat para pemberontak dalam melawan rezim.

Hamdan dalam keterangannya yang disampaikan khusus kepada kantor berita “Sputnik”, Selasa (26/04), menuduh bahwa Presiden AS Barack Obama telah melakukan kebohongan, “Obama tidak berusaha untuk berperang melawan kelompok teroris ISIS, melainkan berusaha untuk meningkatkan kekuatan personil kelompok oposisi bersenjata yang mengangkat senjata melawan rezim Presiden Bashar Assad”. (Baca: Senator AS; Obama Salah Besar Jika Paksa Usir Bashar Assad)

Seorang pejabat senior AS mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirim 250 personil militer tambahan ke Suriah, hal itu diungkapkan oleh Obama saat akhiri kunjungannya ke Inggris, pihak barat mengirim pasukan darat ke Suriah guna menggulingkan rezim Presiden Bashar Assad.

Hamdan menambahkan, “Bagaimana si pembohong itu mengatakan bahwa setiap upaya untuk menggulingkan rezim Suriah dengan kekuatan militer ada;ah sebuah kesalahan besar, namun dua hari kemudian ia langsung mengirim pasukan untuk mendukung para oposisi yang mengangkat senjata untuk melawan rezim yang sah di Suriah, anggapan perang melawan kelompok teroris ISIS ternyata hanya sebuah kepalsuan, karena pasukan Tentara Arab Suriah mulai berhasil meraih banyak kemajuan dalam menumpas ISIS, sudah barang tentu tidak membutuhkan tentara Obama”. (Baca: Putin dan Rusia Pecundangi Obama dan ISIS di Suriah)

Hamdan menambahkan “jika Presiden AS benar-benar berniat untuk membantu rakyat Suriah, maka seharusnya ia memerintahkan delegasi oposisi Suriah yang menarik diri dari Jenewa dan yang patuh kepadanya untuk kembali ke meja perundingan dan menjunjung tinggi kepentingan rakyat Suriah diatas kepentingan yang lainnya serta adanya kesepakatan untuk beralih ke kotak suara, sehingga rakyat dapat memilih sesuai kehendak masing-masing siapa yang akan menjadi wakil bagi mereka untuk memimpin negeri ini”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: