Internasional

Mantan Presiden Turki Kritik Kebijakan Luar Negeri Erdogan

Salafynews.com, ANKARA Mantan Presiden Turki, Abdullah Gul, menyeru pemerintah Turki untuk menimbang kembali kebijakan politik luar negeri negara itu terkait Timur-Tengah dan Pemerintahan Negara-negara Arab.

“Sejujurnya, saya rasa akan sangat berguna bagi kita untuk merevisi kembali kebijakan luar negeri kita terkait Timur-Tengah dan dunia Arab dengan pendekatan yang lebih realistis,” ungkap Gul pada Sabtu malam Minggu (11/7) kemarin, saat berbuka puasa bersama dalam sebuah acara yang juga dihadiri Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Abdullah Gul

Abdullah Gul, Mantan Presiden Turki

Gul, yang digantikan oleh Erdogan sebagai presiden pada pemilu bulan Agustus 2014, memang dikenal bersuara vokal dalam mengkrititisi kebijakan politik luar negeri pemerintahan Turki.

Dalam sambutannya di hari Sabtu malam itu, ia mengatakan bahwa Ankara harus memainkan peran positif di kawasan dan membangun hubungan dengan negara-negara Arab, mulai Libya, Mesir, Yaman dan semua negara-negara teluk Persia.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Kuwait, KUNA pada bulan November 2014, Gul mengkritisi kebijakan politik vis-à-vis, presiden Turki ‘Erdogan’ terhadap situasi kacau di negara tetangganya Suriah,

“Saya yakin jika suatu hari nanti, ayam-ayam dari kebodohan masa lalu Erdogan di Suriah, akan pulang ke kandangnya,” ungkap Gul menyiratkan bantuan Presiden Erdogan terhadap teroris di Suriah akan menjadi bumerang karena akan menjadikan terorisme juga melanda Turki.

Turki merupakan salah satu pendukung utama pemberontak Suriah yang melawan pemerintahan Bashar Al-Assad. Beberapa laporan menunjukkan bahwa Ankara secara aktif melatih dan mempersenjatai milisi pemberontak di Suriah.

Gul kemudian menunjuk masalah pendudukan Israel di Palestina dan mengatakan bahwa sangat disayangkan bahwa negara-negara Islam saling menyerang sementara isu Palestina masih belum terpecahkan di Timur-Tengah. Israel telah melakukan banyak aktifitas Ilegal di wilayah pendudukan semenjak tahun 1967, tahun pertama Israel memulai pendudukan ilegalnya di wilayah Palestina di Tepi Barat dan Timur Al-Quds (Yerussalem). (SFA/LM/PressTv)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Mantan Pejabat CIA: Politik Berbahaya Erdogan Gabung Rezim Saudi Guna Rampas Damaskus | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: