Internasional

Mantan Putra Mahkota Saudi “Muqrin” Kabur

Salafynews,com. RIYADH – Mantan Putra Mahkota Saudi, Muqrin bin Abdul Aziz berencana meninggalkan Riyadh menuju London setelah ia dipaksa lengser dari jabatannya dan dijadikan tahanan rumah, ungkap sumber media Arab pada Jum’at (12/6) kemarin.

Pada 29 April lalu, Raja Salman bin Abdul Aziz melengserkan Muqrin dari tugasnya sebagai putra mahkota dan menunjuk keponakannya, wakil putra mahkota Muhammad bin Nayef sebagai penerus barunya.

Tak sampai seminggu setelah itu, pada tanggal 4 Mei, seorang politisi Saudi bernama Mujtahid yang berhasil menjadi pusat perhatian atas kampanye twitternya dan dipercaya merupakan salah satu anggota dalam kerajaan Saudi telah mengeluarkan pernyataan bahwa putra Raja, Muhammad bin Salman yang berusaha memegang tampuk kekuasaan sebagai raja berikutnya berusaha menyuap Muqrin dengan 10 miliar dollar agar ia tetap diam. Baca Pertemuan Darurat Keluarga Al-Saud

Beberapa hari kemudian, Asa’ad Omabiya Abu Qalilah, jurnalis dan penulis Libya yang memiliki kaitan dengan kerajaan Saudi, melaporkan bahwa Muqrin, yang merupakan adik tiri dari raja Saudi saat ini, telah dijadikan tahanan rumah segera setelah dilengserkan.

Kerajaan Saudi WahabiJurnalis dan penulis itu megatakan pada 10 Mei bahwa lalu Muqrin tidak boleh mengunjungi ataupun dikunjungi siapapun di istananya.

Kini, website berita Al-Ahd yang berbahasa Arab, menyatakan bahwa kemarin, pada hari Jum’at, mantan putra mahkota Saudi itu berencana melarikan diri ke Inggris demi keselamatan jiwanya.

Pengamat Saudi percaya bahwa imigrasi Muqrin akan menjadi sinyal tumbuhnya kebencian kepada raja yang baru, dan kemudian hal ini akan memudahkan para pangeran yang baru-baru ini dilaporkan sedang merencanakan kudeta, untuk bisa segera menurunkan Raja dari tahtanya. Baca Para Pangeran Saudi Tarik Sumpah Setia Kepada Putra Mahkota dan Wakilnya

Awal bulan ini, Saudi Arabia merilis kabar bahwa sekelompok pangeran sedang bekerjasama untuk melawan Raja Salman bin Abdul Aziz dan putra Mahkota Muhammad bin Nayef.

BinJamal, seorang aktifis Saudi yang terkemukan yang menulis peristiwa-peristiwa dalam kerajaan Saudi itu di halaman twitternya, mengunggkap adanya upaya dari para pangeran Saudi termasuk Tallal, Ahmed dan Mota’b, untuk segera bersatu  dan mengambil posisi dengan memanfaatkan kekacauan yang terjadi di dalam kerajaan saat ini.

Menurutnya, para pangeran Saudi itu tengah berupaya menyelamatkan kerajaan dari petualangan Muhammad bin Nayef dan wakilnya Muhammad bin Salman yang oleh Jamal Bin disebut “remaja yang melakukan kudeta”.

Sebuah website analisis milik Rusia juga telah menyatakan pada tanggal 5 Juni lalu bahwa kerajaan Saudi Arabia diramalkan akan segera berakhir dalam beberapa tahun kedepan jika kerajaan itu masih meneruskan serangannya ke Yaman. Kehancuran itu mungkin akan terjadi sekitar 2 sampai 3 tahun ke depan, jika al-Saud terus bersikap kasar kepada Iran, Irak dan Yaman. Baca Dinasty Al-Saud Runtuh

Dikatakan juga bahwa meskipun sudah terjadi perubahan kepemimpinan di Saudi, dimana kini tampuk kekuasaan dipegang oleh generasi muda, dan dalam teori seharusnya Saudi mulai membuka diri kepada modernisasi dan reformasi, namun pada kenyataanya justru Riyadh meneruskan sikap para pendahulunya yang selalu mencampuri urusan dalam negeri negara-negara tetangganya, termasuk penggunaan kekuatan militer dan metode terorisme. (lm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: