Internasional

Masjid al-Aqsa Dirusak Diam, Kedutaan Saudi Dibakar Marah??

14 Januari 2016

RIYADH, SALAFYNEWS.COM – Upaya untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa tidak akan pernah berakhir. Sementara transaksi yang berlangsung terkait apa yang sedang terjadi disekitar Palestina adalah bukti nyata  dari klaim tersebut, transaksi-transaksi itu telah semakin memperburuk situasi dari hari ke hari.

Zionis-Rusak-Masjid-AlAqshaSejak dahulu orang-orang Arab, terutama Arab Saudi yang mengklaim dirinya sebagai pemimpin umat Islam di dunia. Mereka lebih memilih diam terkait masalah Palestina, sementara itu, beberapa yang lalu, hanya karena ada dugaan pembakaran kantor Kedutaan Arab Saudi, seketika itu pula Saudi dan antek-anteknya melancarkan perang psikologis dengan skala besar terhadap Iran.

Tentu saja saat ini kita tidak dalam rangka membicarakan tindakan yang masih bersifat dugaan, yang dianggap melanggar ajaran Islam. Namun, hal yang begitu mengherankan adalah mereka yang mengklaim sebagai pemimpin negara Islam, sama sekali tidak pernah marah atas prilaku Zinonis yang menodai kehormatan Masjid Al-Aqsa, bahkan berusaha ingin merampas tanah suci kaum muslimin selama sekian tahun.

Mereka seperti orang buta yang hidup hanya karena uang, mengikuti para penguasa Wahhabi dan memutus hubungan mereka dengan Republik Islam Iran, yang jelas-jelas membela rakyat Palestina.

Padahal negara-negara, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, Mesir, Yordania dalam hal ukuran luas, kepadatan penduduk, budaya maupun demokrasi tidaklah sebanding dengan Iran.

Kenapa para pendukung Arab Saudi diam atas kejahatan rezim Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa dan rakyat Palestina?

Kemanakah negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Somalia, Kuwait, Sudan, Djibouti, Qatar, Mesir, Bahrain, dan Yordania serta berapa negara lainnya?  Saya ragu menyebut kata “negara” pada mereka, apakah tidak seharusnya negara-negara tersebut yang mengklaim sebagai negara-negara Islam, membela kiblat pertama umat Islam, yang lebih dari 67 tahun dijajah??

Tentunya, para pejabat di negara-negara tersebut tidak ingin berkonfrontasi dengan Israel dan Amerika Serikat.  karena itu akan beresiko bagi kepentingan mereka, bahkan ada upaya dari mereka untuk memperbudak diri seperti rezim Saudi dan sejumlah negara lainnya yang berusaha melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Al-Aqsha

Beberapa tahun terakhir, rezim penjajah Israel melakukan kampanye luas untuk mengevakuasi Yerusalem dari para penduduk asli, dengan tujuan agar kota Yerusalem perlahan-lahan sepenuhnya berada di bawah kendali mereka, seperti pembakaran Masjid Al-Aqsa, menggali parit di bawahnya serta menodai kehormatan Masjid Al-Aqsa oleh Sharon pada tahun 2000 yang lalu. Bahkan Zionis berusha menjadikan Kota Yerusalem dan penduduk Palestina tidak aman dari kejahatan Israel yang berusaha secara aktif menjadikannya sebuah kota Yahudi secara utuh.

Hal yang sangat mengejutkan bahwa beberapa tindakan Zionis itu tidak menuai reaksi apapun dari pemimpin negara Arab. Para pejabat negara-negara itu tenggelam dalam kebisuan,  mereka mengabaikan sepenuhnya kejahatan Zionis, seakan-akan kejahatan itu tidak lagi bersangkutan dengan mereka. Tidak diragukan lagi bahwa para penguasa itu telah menyerah dan tunduk pada janji palsu para penjajah, bahkan seakan-akan mereka lah yang memberikan kota Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa dengan tangan mereka sendiri kepada para penjajah Zionis itu.

Jelas, bahwa satu-satunya cara untuk melawan Zionis Israel dan beberapa rezim Arab yang menjadi budak atau anjing peliharaannya seperti Wahabi Saudi, adalah dengan melakukan perlawanan heroik dan terhormat seperti perlawanan yang ditunjukkan oleh rakyat Palestina dan Lebanon. [Sfa/AS/MP]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: