Internasional

Media Amerika: Inilah “Perang” antara Amerika dan Rusia di langit Suriah

Rabu, 22 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA –Sebuah situs berita Amerika Serikat “Daily Beast” mengungkap sejumlah rincian konfrontasi udara “damai” yang berlangsung antara pesawat tempur Rusia di satu sisi dan AS di sisi lain di langit Suriah pada tanggal 16 Juni, saat sejumlah pilot Amerika mencoba mencegah para pilot Rusia membom sebuah kumpulan pemberontak dari kelompok oposisi yang didukung oleh Washington di selatan Suriah dekat perbatasan Yordania.

Penulis, David Axe, berpendapat bahwa konfrontasi udara yang hampir terjadi ini merupakan penegasan akan kekacauan yang terjadi di langit Suriah, dimana sejumlah target yang jet-jet tempur Rusia beroperasi untuk meraihnya sangat bertentangan dengan target jet-jet tempur AS, ia juga menjelaskan akan adanya ancaman terjadinya clash antara Moskow dan Washington di atas langit Suriah, hal ini yang akan memicu konflik lebih luas antara dua kekuatan nuklir terbesar di dunia.

Dalam rincian insiden, dua “Sukhoi” jenis “Su-34” membom 200 pemberontak dari kelompok oposisi, yang didukung oleh AS dan yang disebut oleh Pentagon sebagai “pasukan perbatasan”, di At-Tanf yang merupakan wilayah bagian Suriah dari perbatasan Suriah-Yordania, sementara pada saat itu mereka sedang melakukan operasi terhadap ISIS di wilayah tersebut, menurut keterangan pentagon pada tanggal 18 Juni. (Baca: Rusia ‘Tampar’ Wajah Barat dan Amerika Terkait Teroris ISIS di Suriah)

The Daily Beast mengatakan bahwa Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya tidak menyangka akan terjadinya serangan udara yang menyebabkan sejumlah pemberontak oposisi terluka dan dimungkinkan juga ada yang tewas, mengutip keterangan surat kabar “Los Angeles Times” yang menyebutkan bahwa jet tempur Rusia tidak pernah terbang di atas At-Tanf.

Surat kabar yang sama mengungkapkan bahwa pasukan angkatan laut Amerika mengirim dua pesawat jenis “F/A-18” setelah serangan pertama untuk mencegat pesawat tempur Rusia, surat kabar itu mencatat bahwa saat kedua pesawat Amerika itu mendekati jet tempur Rusia, petugas kontak dari pusat komando Amerika menghubungi pilot Rusia melalui hotline, yang didirikan di bawah nota kesepahaman antara keduanya, dan berbicara langsung dengan mereka. (Baca: Amerika Serikat Anggap Rusia Sebagai Ancaman Terbesar)

Namun saat kedua pesawat Amerika itu terbang dekat pesawat Sukhoi untuk dapat menentukan  lokasinya, yang terakhir meninggalkan wilayah udara Al-Tanf, dan setelah beberapa saat kedua jet tempur AS itu mulai kehabisan bahan bakar dan keduanya meninggalkan wilayah tersebut untuk mengisi ulang bahan bakar, saat itu jet tempur Rusia kemudian langsung kembali ke At-Tanf dan membombardir lagi para pemberontak oposisi, serangan kedua itu menewaskan paramedis yang saat itu bergegas datang untuk menyelamatkan para korban terluka akibat dari serangan pertama, menurut “Los Angeles Times”.

Pada hari berikutnya para pejabat di Departemen Pertahanan AS mengadakan pertemuan khusus video conference dengan rekan-rekan Rusia untuk membahas insiden tersebut, tanpa mengungkapkan hasil dari apa yang telah dicapai. (SFA)

Sumber: Daily Beast

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: