Eropa

Media Inggris Protes Pemerintah Jual Senjata Kepada Negara Arab yang Sering Langgar HAM

10 Maret 2016,

SALAFYNEWS.COM, INGGRIS – Surat kabar asal Inggris “International Business Times” mengkritik kehadiran UEA di pameran keamanan di Britania Raya, mengingat UEA adalah salah satu satu contoh yang paling mencolok dari otoritas represif yang dikenal biasa melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia di dunia.

Surat kabar itu mengatakan dalam sebuah laporannya bahwa penyambutan Inggris terhadap perwakilan dari (Bahrain, Arab Saudi, Turki, Israel, Mesir dan UEA) di salah satu pameran keamanan terbesar di dunia, telah menyebabkan gelombang kemarahan di kalangan aktivis HAM. (Baca: Inggris Tegaskan Persenjatai Arab Saudi Lawan Yaman)

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Inggris mengadakan pameran tertutup di “Hampshire” mulai dari tanggal 8 hingga 10 Maret, ikut berpartisipasi dalam acara tersebut beberapa petugas keamanan dan kepolisian dari 79 negara, termasuk negara-negara yang dituduh telah melakukan banyak pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan kekerasan terhadap demonstran damai, seperti dikutip dari Middle East Panorama (09/03).

Disebutkan bahwa penjualan senjata non-mematikan seperti granat yang biasa digunakan untuk mengendalikan kerusuhan dan gas air mata, telah menjadi bisnis sangat menguntungkan bagi beberapa perusahaan Inggris.

Mengutip keterangan dari LSM “Kampanye Melawan Perdagangan Senjata” (Campaign Against Arms Trade), bahwa sejak Perdana Menteri Inggris David Cameron menjabat di pemerintahan pada 2010, Inggris memberikan izin kepada 126 lisensi terkait dengan penjualan gas air mata dan peralatan lain yang digunakan dalam pengendalian kerusuhan. (Baca: Riyadh Akui AS dan Inggris Bantai Rakyat Yaman)

Pemerintah juga mengizinkan 75 lisensi khusus berkaitan dengan amunisi yang digunakan dalam pengendalian massa seperti peluru karet, dan 79 lisensi untuk granat suara serta 259 lisensi armor pelindung anti huru-hara.

Menurut surat kabar Inggris “The Observer”, penggunaan alat-alat dari Inggris itu dalam beberapa tahun terakhir telah dikaitkan dengan kampanye pelanggaran hak asasi manusia di Hong Kong, Bahrain, Mesir dan Kuwait.

Mengutip pernyataan “Andrew Smith” salah seorang anggota LSM “Kampanye Melawan Perdagangan Senjata”, pameran tersebut melemahkan klaim Inggris yang mengkampanyekan hak asasi manusia sekaligus memperkuat posisi rezim represif. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ribuan Warga Inggris Demo Tuntut Pemerintah Agar Hentikan Jual Senjata Kepada Saudi | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: