Internasional

Media Israel Sebut Mesir dan Arab Saudi Sebagai Mitra Penting

Sabtu, 14 Mei 2016

SALAFYNEWS.COM,  TEL AVIV  – “Mari kita membebaskan diri dari basa-basi usang yang pada akhirnya tidaklah benar. Banyak dari tetangga Arab kita yang memiliki hubungan dekat dengan Tel Aviv berkat kekuatan teknologi dan jaringan internet juga karena usaha intelijen dan tentara Israel, hal inilah yang mendorong Tel Aviv dan beberapa negara di kawasan memilih kerjasama daripada perang” … penggalan artikel yang dimuat situs kenamaan Israel “Mako”. Lebih lanjut Mako menyebut masih banyak orang-orang Israel berpikir bahwa di Timur Tengah mereka dianggap sebagai ancaman dikarenakan beberapa risiko, mereka dianggap mewakili sejumlah kelompok teroris dan menjadikan kebencian Arab berkembang, bahkan mereka menggambarkan Israel sebagai negara kecil yang dikelilingi oleh para musuh. “Tetapi gambaran tersebut tidaklah benar karena sesungguhnya Israel memiliki hubungan erat dengan beberapa negara penting Arab, terutama Mesir, Yordania, Arab Saudi dan UEA”. (Baca: Mujtahid ungkap tujuan kedekatan menhan saudi dengan zionis israel)

Laporan media berbahasa ibrani itu juga menyebut bahwa kepentingan bersama yang kuat telah membuat persahabatan dengan Arab semakin erat, hingga sampai pada batas Israel menganggap mitra terbaiknya bukanlah Amerika Serikat, melainkan Mesir, yang membantu Tel Aviv dalam melaksanakan sejumlah tindakan terhadap Hamas di Gaza, dan Israel juga membantunya dalam mengendalikan situasi keamanan di Sinai.

Tidak berbeda dengan Mesir, Yordania yang juga bergantung pada Israel dalam banyak hal, terutama di bidang militer, ekonomi dan strategi. Tanpa Israel maka tidak akan ada air di rumah-rumah Yordania.

Sementara itu di utara Israel, para korban luka dari kelompok teroris yang berasal dari Suriah mendapatkan pengobatan, hal itu memperkuat hubungan Israel dengan Arab Saudi. Selain itu, Tel Aviv dan Riyadh intensifkan kerjasama untuk melawan pengaruh Iran di kawasa. Keduabelah pihak berulangkali mengadakan pertemuan langsung antar pejabat militer dan intelijen. Dengan begitu Israel dapat melakukan apapun yang diinginkannya terhadap  negara-negara Teluk terutama yang berkaitan dengan ekspansi bisnis, dimana di pasar modal terdapat banyak sekali para investor Israel yang beredar di Bursa Efek Arab Saudi.

“Mako” menegaskan bahwa jargon-jargon anti Israel yang kerap terdengar di majlis PBB hanyalah sebuah ungkapan tak berarti. Duta Tel Aviv untuk PBB, Danny Danon, pada musim dingin lalu tak lama setelah menjabat sebagai duta besar mengatakan : “selama kehadiran saya di PBB saya bertanya kepada sejumlah perwakilan dari negara-negara Arab dan negara-negara Islam; apakah anda bersedia duduk di sebelah saya?”, ternyata lebih dari 20 perwakilan menjawab “dengan senang hati (dengan bangga)”.

Duta Besar Israel itu menjelaskan bahwa kerjasama dengan sejumlah negara Arab berjalan di banyak bidang. Ia mencatat bahwa pada tahun lalu, kantor perwakilan Israel telah dibuka di Abu Dhabi dan banayak indikasi yang menunjukan kedekatan beberapa negara Arab dengan Israel. (baca:  Netanyahu: “Mayoritas Negara Arab Tak Anggap Kami Sebagai Musuh”)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada awal tahun ini, dengan bangga menyampaikan eratnya hubungan Israel dengan beberapa negara Arab, ia menegaskan  bahwa hal itu tidak lagi terbatas hanya pada satu negara saja dan juga bukan hanya dua, melainkan negara-negara Arab kini telah memandang Israel sebagai kekuatan besar yang mereka dapat bersandar kepadanya saat mereka butuh. Banyak dari mereka memandang Israel bukan lagi sebagai musuh melainkan sekutu dalam perjuangan bersama. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: