Internasional

Media Saudi Berbohong Soal Menkes Iran Puji Penanganan Korban Tragedi Mina

TEHRAN, Salafynews.com – Departemen Kesehatan (Depkes) Iran mengecam apa yang disebutnya berita bohong dan palsu yang disebar oleh media Arab Saudi mengenai pertemuan  Menteri Kesehatan (Menkes) Iran Hassan Hashemi dengan sejawatnya dari Saudi, Khalid bin Abdulaziz al-Falih.

Sebagaimana dilansir Alalam, Depkes Iran dalam statemennya yang dirilis Kamis malam (1/10) menyatakan sama sekali tidak benar laporan berbagai media massa Saudi bahwa dalam pertemuan itu Menteri Kesehatan Iran mengatakan bahwa Traged Mina adalah sesuatu di luar kehendak dan merupakan takdir ilahi.

“Sesuai laporan-laporan yang masuk dari Saudi telah ditegaskan di dalam semua pembahasan dengan para pejabat Saudi bahwa tragedi Mina disebabkan oleh human error dan minimnya profesionalitas para pejabat Saudi terkait. Tragedi ini sebenarnya dapat dihindari. Mengaitkan tragedi ini dengan qada’ dan qadar adalah sesuatu yang tidak rasional dan tak masuk akal,” bunyi statemen tersebut.

Situs Alarabiya sebelumnya di hari yang sama melaporkan bahwa dalam pertemuan dengan al-Falih di Jeddah, Hasyemi mengapresiasi jerih payah dan kinerja kerajaan Saudi dalam penanganan Tragedi Mina serta menyatakan bahwa insiden saling desak jemaah haji di luar kehendak Saudi.

Alarabiya juga melaporkan bahwa Menkes Iran memberikan pernyataan demikian justru setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatolllah Ali Khamenei “mengacam akan melancarkan serangan besar” terhadap Saudi.

Berita serupa juga dirilis oleh Alriyadh sembari mengutip pernyataan yang dikaitkan kepada Hashemi.

“Insiden saling desak merupakan sesuatu yang terjadi diluar kehendak, dan kami pasrah kepada kehendak dan takdir Allah,” bunyi kutipan itu.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Hukum dan Internasional dalam sidang para menteri luar negeri anggota Organisasi Kerjasama Islam (OIC/OKI) di New York, AS, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Iran sama sekali tidak bermaksud melakukan politisasi Tragedi Mina, melainkan semata-mata menuntut tanggungjawab dan transparansi penuh terkait tragedi yang terjadi Kamis pekan lalu (24/9) dan merenggut lebih dari 1000 nyawa tersebut.

Sebagaimana dilaporkan IRNA Kamis kemarin, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menanggapi pernyataan sejawatnya dari Iran itu dengan mengatakan, “Kami juga menghendaki transparansi, penyelidikan dan pengusutan masalah ini. Pihak-pihak yang bersalah pasti akan dihukum. Kami telah memetik pelajaran dari tragedi ini, dan kami akan menempuh semua tindakan yang diperlukan agar tragedi seperti itu tidak terulang lagi di masa mendatang. [AM/SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: