Nasional

Menag di Bully, Ridwan Kamil di Amini “Warung Tetap Buka di Bulan Puasa”

Salafynews.com, JAKARTA – Jakarta – Menag Lukman Hakim Syaifuddin mengimbau agar semua pihak bisa menahan diri selama Ramadan. Kesucian ramadan harus dijaga. Mulai dari pengelola rumah makan sampai pengguna media sosial. “Pengelola rumah makan, pengelola tempat hiburan, sosial media, dan sebagainya kita harapkan bisa menjaga kesucian bulan Ramadan,” jelas Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2015).

“Ini adalah bulan suci, semoga kita bisa betul-betul menjaga diri dan menjaga tindakan, ucapan kita,” tambah dia.

Lukman tak mau memaksa pengelola rumah makan tutup, juga pengguna media sosial tak melakukan perbuatan yang tak baik. Semua diserahkan ke masing-masing individu.

“Kita serahkan ke kearifan masing-masing pihak. Saya rasa kedewasaan kita semakin baik, jadi saya harap tidak harus ada aturannya,” tegas Lukman yang kicauan twitternya soal rumah makan di Ramadan sempat ramai direspons.

Dan pernyataan Menag sama dengan perkataan walikota Bandung Ridwan Kamil yang menyatakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, beliau tak akan melarang pedagang makanan untuk tutup pada siang hari selama Ramadan. Namun ia berpesan agar tidak mencolok.

“Kalau pendapat saya, bagaimanapun penghormatan terhadap Ramadan harus terlihat dengan baik. Berdagang itu tetap harus ada, hanya jangan terlalu mencolok,” ujar Emil sapaan akrab Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (15/6/2015).

Emil menegaskan tidak akan membuat aturan khusus terkait hal itu. Emil mengaku hanya akan mengimbau para pedagang agar menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Karena sebagian pedagang juga kan orang Islam. Jadi imbauan kepada pedagang yang juga orang Islam pasti akan mudah dituruti,” ucap Emil. Emil juga berpendapat di Kota Bandung tidak semua masyarakatnya beragama islam, sehingga aturan terkait penutupan tempat makan di siang hari selama Ramadan dirasa tidak perlu.

“Banyak orang Bandung juga yang tidak puasa, mereka juga kan perlu cari makan. Jadi tidak harus pakai peraturan. Yang penting toleransi diperhatikan dengan cara sopan dan santun,” ungkap pria yang hobi memakai peci itu.

MenagKedua orang tersebut sama-sama mengatakan pendapatnya bahwa tidak akan menutup warung yang buka di bulan puasa, tapi anehnya Menag di Bully sedangkan Pak Ridwan Kamil tidak ada yang bersuara menyikapinya. Sedangkan media Radikal seperti Panjimas (Media Radikal yang sempat di blokir Pemerintah) membully Menag seakan akan Menag salah langkah dan tak Islami, tapi ketika Pak Ridwan Kamil yang sama sikapnya -tidak akan menutup warung di bulan puasa- tidak mereka muat dan persalahkan. Ada apa ini kira-kira ya???

Sebelumnya Ketua MUI Din Syamsuddin mengatakan sebaiknya di saat Ramadan warung makan ditutup. Hal itu dilakukan untuk menghormati mereka yang berpuasa. (SFA/Berbagai Sumber)

1 Comment

1 Comment

  1. wababi sisapi

    June 18, 2015 at 2:33 pm

    Karena Panji Mas adalah wahabi salafi takfiri yg sama dengan konconya di jabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: