Internasional

Menlu Saudi Unjuk Kedunguan Dengan Sentimen Anti Iran Melalui Proyeksi Fiktif

RIYADH, Salafynews.com – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir kembali menunjukkan sikap dungunya dengan sentimen anti Republik Islam Iran melalui proyeksi fiktif.

Al-Jubeir Senin (19/10) saat jumpa pers bersama dengan sejawatnya dari Jerman, Frank Walter Steinmeier di Riyadh tanpa memperhatikan peran negaranya dalam mempersenjatai teroris di Suraih dan kejahatan mereka terhadap rakyat Suriah, Irak, Libya dan Yaman, menuduh Iran sebagai pemicu pembantaian di Suriah.

Al-Jubeir yang negaranya membelanjakan dolar minyaknya untuk membeli senjata bagi kelompok teroris di Suriah dan memberi gaji bulanan mereka, mengklaim “jika Iran menginginkan menjadi bagian dari solusi krisis Suriah, maka Tehran harus menghentikan pengiriman senjata kepada pemerintah Suriah dan menarik pasukan Hizbullah dari Damaskus.”

Menlu Arab Saudi juga tidak menyinggung peran destruktif negaranya di kawasan dan intervensi nyata Riyadh dalam urusan internal Bahrain dan Yaman. Ia terus mengumbar klaim bahwa menjalin hubungan positif dengan Iran di tengah intervensi nyata Tehran di kawasan sangat sulit.

Ketika al-Jubeir menuding Iran melakukan intervensi dalam urusan sejumlah negara Arab dan mengirim senjata ke negara-negara tersebut, Arab Saudi menempatkan pasukannya di Bahrain dan menumpas demonstrasi damai rakyat Manama, serta menginvansi rakyat revolusioner Yaman.

Militer Arab Saudi sejak Maret lalu hingga kini telah menarget bangsa tertindas Yaman dari darat, laut dan udara. HRW, UNESCO dan organisasi HAM interlasional lainnya telah mengecam Riyadh atas kejahatan perang dan kejahatan anti kemanusiaan di Yaman.

Sementara itu, Republik Islam Iran senantiasa menekankan solusi politik dan diplomasi bagi krisis di kawasan dan menilai solusi seluruh krisis yang ada adalah peran langsung rakyat. (SFA/AM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: