Internasional

Menlu Swedia Margot Wallstorm “Tampar” Israel yang Bersedih atas Tragedi Paris Tapi Sadis Kepada Rakyat Palestina

19 November 2015

SALAFYNEWS.COM, ISRAEL – Israel menerima ‘tamparan’ diplomatik yang kuat di tengah upayanya untuk mengambil keuntungan dari serangan teroris di Paris, tamparan itu datang dari Menteri Luar Negeri Swedia yang mengaitkan antara teror dan pendudukan Israel atas Palestina.

Tak lama setelah serangan yang terjadi pada 13 November dimana ISIS mengklaim bertanggung jawab atas tragedi tersebut, Margot Wallstrom menyampaikan pernyataannya di jaringan televisi Swedia SVT2T dengan mengatakan bahwa “untuk menghadapi ekstrimisme hendaknya kita kembali melihat situasi seperti yang ada di Timur Tengah, dimana orang-orang Palestina tidak melihat adanya masa depan yang nyaman bagi mereka, hanya ada dua kemungkinan, pertama, mereka harus menerima situasi keputusasaan ini atau kemungkinan yang kedua kita melakukan aksi perlawanan”, seperti diberitakan oleh Arabic-press.com (18/11).

Perlu disebutkan bahwa Wallstrom menanggapinya secara resmi pada hari sabtu, di website Kementerian Luar Negeri Swedia, ia mengutuk serangan keji pada hari Jumat (13/11) lalu tragedi Paris dan menjelaskan bahwa itu merupakan operasi teroris yang menargetkan demokrasi dan masyarakat terbuka. Dia menekankan bahwa hal itu harus ditangani dan ditindak tegas, pada saat yang sama ia juga menyatakan adanya keharusan menentang terorisme dan meminta pertanggungjawaban mereka.Pernyataan Wallstrom itu telah membuat marah para pengambil keputusan di Tel Aviv, Emmanuel Nahason selaku juru bicara resmi Kementerian Luar Negeri Israel menanggapi pernyataan tersebut di situs  kantor berita Ibrani (Times of Israel), “Tampaknya Menteri Luar Negeri Swedia telah terinfeksi kebutaan politik global dan kebutaan ini dapat mengakibatkan bencana”.

Selain itu, ia berbicara tentang kebutuhan untuk mengatasi penyebab terorisme, dan menyerukan pendekatan jangka panjang serta memperkuat upaya internasional melawan ekstrimisme dan intoleransi. Dia menyimpulkan dengan mengatakan, “marilah kita bersama-sama mempertahankan demokrasi dan nilai-nilai kemanusiaan”.

Menurut koran Yedioth Ahronoth melaporkan, Selasa (11/17), bahwa Kementerian Luar Negeri Israel, Senin (16/11), panggil duta besar Swedia di Tel Aviv dengan penuh caci-maki, setelah muncul pernyataan dari Wallstrom selaku Menteri Luar Negeri Swedia.

Menurut sumber berita politik senior di Tel Aviv menggambarkan pernyataan menteri Swedia itu sebagai penghinaan dan kelancangan.

Kantor berita politik di Tel Aviv menyebutkan pada 30 Oktober 2014, Swedia menjadi negara pertama dari negara-negara Uni Eropa Barat yang secara resmi mengakui kedaulatan negara Palestina, dan itu merupakan sebuah langkah yang telah membangkitkan kemarahan pemerintah Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu.

Pada saat itu Israel mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom yang dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Tel Aviv tidak akan diterima atau disambut di negara itu di tengah tegangnya hubungan antara kedua negara tersebut setelah Stockholm mengakui kedaulatan negara Palestina. Akhirnya kementrian menunda tanpa menentukan waktu kunjungan tersebut, sebelumnya Wallstrom bermaksud untuk melakukan kunjungan ke Israel dan Palestina. Media Israel melaporkan bahwa saat itu Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan bahwa ia  tidak ingin bertemu dengannya. (SFA/MM)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kesaksian Istri Pelaku Bom Paris: Suamiku Pecandu Narkoba dan Alkohol | SalafyNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: