Internasional

Milisi Asing Suriah Akui Dilatih Di Turki

Salafynews.com, DAMASKUS Sejumlah teroris Takfiri dukungan asing yang telah ditangkap oleh tentara Suriah, akhirnya  mengakui bahwa mereka telah dilatih di Turki oleh Amerika Serikat, Arab Saudi dan Qatar.

Para milisi Takfiri, yang tertangkap baru-baru ini di kota Suriah barat laut Aleppo, dalam sebuah  wawancara televisi yang disiarkan oleh  pemerintah Suriah pada hari Minggu (5/7), mengakui  bahwa personil militer dari AS, Arab Saudi dan Qatar telah melatih mereka di tanah Turki.

Salah satu teroris, yang di identifikasi bernama Ahmad Mustafa Mastari, mengatakan bahwa ia, bersama dengan anggota lain dari kelompok teroris, telah dikirim ke Aleppo setelah menerima pelatihan militer di Turki selama 30 hari.

MILISI ASING TAKFIRI SURIAH

MILISI ASING TAKFIRI SURIAH

Ia juga menambahkan bahwa personil asing telah melatih mereka selama 45 hari di kota Salqin di provinsi Idlib, Suriah sebelum kemudian mendapat pelatihan di Turki.

“Saya berada dalam pasukan yang menyerang Jam’yat al-Zahraa di Aleppo, kami berjumlah sekitar 250 orang, namun operasi itu gagal dan kami ditangkap oleh tentara” kata Mastari.

Teroris lain, yang dipanggil Mohammad Aqel Akk, mengatakan bahwa kelompok teroris, termasuk dirinya, telah dilatih selama 45 hari di Salqin, ia juga menambahkan bahwa mereka kemudian dikirim ke Turki untuk menyelesaikan pelatihan mereka disana.

Ia kemudian mengakui lebih lanjut,  bahwa selain menerima pelatihan, setiap peserta pelatihan diberi uang sebanyak  200 dolar Amerika sewaktu berada di Turki.

“Kami kemudian kembali ke Aleppo dan memulai serangan besar-besaran pada pos militer di Aleppo, tapi operasi kami kemudian mengalami kegagalan dan kami tertangkap,” tambahnya.

Qasem Abdullah, seorang teroris yang tertangkap oleh tentara Suriah di Aleppo, mengatakan bahwa ia menerima pelatihan sekitar lima bulan di Turki di mana ia menerima sekitar 80 dolar Amerika per bulan.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya berada di antara 50 orang kelompok bersenjata  yang mengambil bagian dalam serangan yang gagal di Aleppo.

“Beberapa orang, termasuk saya, terluka dalam serangan itu dan kami memutuskan untuk menyerah kepada para tentara” ungkapnya.

Turki adalah salah satu pendukung utama dari militansi Takfiri terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad, dengan laporan yang menunjukkan bahwa Ankara aktif melatih dan mempersenjatai para milisi yang beroperasi di Suriah. Turki juga memfasilitasi  pengiriman  calon teroris asing ke negara tetangganya  yang telah dicengkeram oleh krisis mematikan sejak tahun 2011 lalu.

Washington, bersama dengan Barat dan sekutu Arabnya, adalah  para pendukung utama dari ekstrimis Takfiri yang beroperasi di Suriah.

AS dan Turki menandatangani kesepakatan pada bulan Februari untuk melatih dan mempersenjatai milisi di Suriah.

Pada tanggal 25 Mei, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa  Turki tengah melatih dan mempersenjatai para milisi di  kota Kirsehir, Turki Tengah, dibawah program gabungan Ankara-Washington.

Misi yang secara resmi dimulai pada bulan Juni itu, akan melibatkan lebih dari 15.000 milisi asing yang didukung dan dilatih di tanah Turki untuk jangka waktu tiga tahun. Lebih dari 120 tentara AS dilaporkan telah berada di Turki untuk melatih para milisi tersebut. (SFA/LM/PressTv)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: