Eropa

Moskow: Siapa Saja yang Tolak Genjatan Senjata Berarti Teroris

25 Februari 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan kepada kantor berita Almayadeen bahwa Moskow akan menganggap setiap kelompok yang menolak gencatan senjata di Suriah sebagai teroris. Hal itu disampaikan bertepatan dengan pengumuman Kementerian Pertahanan Rusia terkait pembukaan posko pusat koordinasi di pangkalan Humaimam di Lattakia untuk memantau komitmen gencatan senjata.

Zakharova mengatakan, Washington telah menyadari kegagalan kebijakan politiknya di Suriah sehingga terpaksa setuju atas kesepakatan itu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia itu mengatakan bahwa Moskow akan menganggap kelompok bersenjata yang menolak rencana menghentikan pertempuran di Suriah sebagai teroris. (Baca: Moskow Dirikan Posko Pusat Koordinasi untuk Pantau Gencatan Senjata di Suriah)

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Almayadeen Maria Zakharova menekankan bahwa “proses terkait draft resolusi internasional tentang perjanjian Rusia-Amerika Serikat akan terus berlanjut tanpa ada penghalang apapun” Zakharova mengatakan bahwa “perjanjian Rusia-Amerika Serikat akan dapat menjaga kehormatan Washington, ia mencatat bahwa Amerika bersedia bersepakat untuk gencatan senjata setelah menyadari kegagalan kebijakan politiknya di Suriah.

Brigade Alwiyah milik Jais Al-Hurr menolak rencana gencatan senjata yang diumumkan oleh Washington dan Moskow terkait masalah krisis Suriah. Alwiya Al-furqan milik Jais Al-Hurr telah mengumumkan penolakannya kecuali Jabhah Al-Nusrah, sementara pemimpin Ahrar Al-Sham di Marchmarin mengatakan “Gencatan senjata adalah langkah untuk menyapu bersih faksi-faksi bersenjata satu demi satu”. Sementara Hizbut Tahrir Al-Islami menggambarkan gencatan senjata tersebut sebagai kerapuhan dengan mengatakan bahwa“solusi Barat tidak akan membawa hasil apa-apa kecuali momok”. (Baca: Rusia Bersumpah Musnahkan ISIS dan Al-Nusra di Suriah)

Dengan semakin dekatnya tanggal dimulainya pelaksanaan gencatan senjata, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengumumkan dibukanya pusat koordinasi di pangkalan udara Humaimam di Latakia untuk mendamaikan pihak yang bertikai di Suriah. Ia menambahkan bahwa pusat koordinasi tersebut sudah mulai beroperasi. (Baca: PM Rusia: Pasukan AS dan Saudi Pemicu Perang Dunia Baru di Suriah)

Konashenkov menegaskan bahwa pembukaan pusat koordinasi tersebut berjalan sesuai dengan kesepakatan Rusia-Amerika Serikat terkait penghentian operasi militer di Suriah dan sebagai bentuk pelaksanaan mekanisme kontrol atas komitmen terhadap gencatan senjata, sebagaimana diberitakan oleh media Almayadeen (24/02). (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: