Fokus

Motor Pelaku Bom Samarinda Asal Demak yang Tewas di Suriah

Senin, 14 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, SAMARINDA – Pelaku pelempar bom molotov di Gereja Oikumene Minggu (13/11), di Samarinda, Kalimantan Timur berinisial J ternyata meminjam motor dari seorang temannya. Sang pemilik motor merupakan warga asal Demak yang telah tewas di Suriah pada tahun 2015 lalu. (Baca: Juhanda, Pelaku Bom Molotov Samarinda Ikut Aliran Anti Dzikir)

Pelaku menggunakan motor Kharisma warna hitam bernopol H 2372 PE, dan setelah ditelusuri ternyata motor itu berasal dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Menurut Kapolres Demak, AKBP Heru Sutopo membenarkan hal tersebut dan mengatakan pihaknya juga sudah langsung melakukan penelusuran.

“Personel Sat Intelkam sudah melaksanakan lidik pengembangan tindak lanjut terkait kepemilikan sepeda motor bernopol H 2372 PE yang digunakan terduga pelaku pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene,” kata Heru kepada detikcom, Senin (15/11/2016).

Pemilik asli motor tersebut diketahui berinisial AD yang penah tinggal di Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Dari keterangan kerabat, AD berkuliah di Yogyakarta dan menikah kemudian tinggal di Imogiri, Yogyakarta pada tahun 2005. (Baca: Surat Kecil untuk Intan Olivia, Balita Korban Bom Molotov Samarinda)

“Tahun 2011 yang bersangkutan bersama isterinya pindah ke Samarinda karena hendak usaha dan tinggal bersama mertuanya dengan membawa juga sepeda motor Honda Kharisma tersebut,” pungkas Heru.

Keluarga AD sudah merasa ada perubahan soal pengertian tentang agama yang dipahami AD. Terakhir kali ia pulang ke Demak yaitu tahun 2014 ketika mengurus jual beli rumah orang tuanya di Demak.

Pihak keluarga kemudian mendapat informasi AD berangkat ke Suriah menggunakan paspor Umroh lewat jalur Turki tahun 2014. Setahun kemudian kabar mengejutkan datang karena AD sudah meninggal di Suriah. (Baca: Denny Siregar: “Lone Wolf” Beraksi di Samarinda)

“Terkait siapa yang membawa motor itu, sumber tidak mengetahuinya. Namun DA sebelum berangkat ke Suriah pernah mengatakan motor miliknya sering dipinjam temannya,” tutur Heru.

Polisi juga sudah memperlihatkan foto pelaku pelempar bom molotov kepada keluarga pemilik motor. Namun ternyata tidak ada yang mengenalnya.

Diberitakan sebelumnya, pelempar bom molotov berinisial J yang berhasil ditangkap warga itu merupakan mantan narapidana kasus teroris bom Puspitek Tangerang dan bom buku di Jakarta. Pelaku ke lokasi dengan menggunakan motor yang ternyata milik temannya. (SFA/DetikNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: