Nasional

Muhammadiyah Kritik Kelompok Islam yang Suka Mengkafirkan dan Tanamkan Kebencian

Salafynews.com, MAKASSAR – Kelompok bebal itu kini telah nyata mengalihkan bidikan, tidak lagi kepada kelompok asing yang gemar mereka kafirkan, tetapi kepada pemerintah negeri sendiri yang mereka dustakan. Mereka berharap negeri ini berantakan, sehingga khayalan tentang negeri khilafah –atau apapun itu mereknya—bisa segera mereka mainkan. Tapi sayang, kini kita semua sudah tahu model akal-akalannya. (Baca Menjaga NKRI Dari Makar Gerakan Khilafah)

TakfiriKelompok-kelompok yang selama ini mengaku menegakkan syariat Islam namun dengan menghalalkan segala jenis kekerasan mulai kehabisan akal dalam membujuk masyarakat untuk membela dan bahkan mendukung aksinya. Isu global yang sedang berkembang juga semakin jelas menunjukkan bahwa rentetan peperangan dan parade pembunuhan sama sekali bukan tentang agama. Unsur perebutan kekuasaan dan menumpuk kekayaan adalah motif utamanya, bukan agama. (Baca Qurais Shihab: Jihad Versi Islam Beda Dengan Versi Radikal)

Muhammadiyah mencermati fenomena sosial keagamaan di masyarakat, khususnya umat muslim. Ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini menyayangkan ada umat Islam yang kerap melempar tuduhan kafir.

“Di kalangan umat Islam terdapat kelompok yang suka menghakimi, menanamkan kebencian, dan melakukan tindakan kekerasan terhadap kelompok lain dengan tuduhan sesat, kafir, liberal dan tuduhan lainnya,” demikian bunyi penggalan awal salah satu rekomendasi Muktamar ke-47 Muhammadiyah seperti yang dilansir detikcom, Jumat (7/8/2015).

Muhammadiyah

Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar

Muhammadiyah menegaskan kecenderungan takfiri (suka mengkafirkan -red) bertentangan dengan watak Islam yang menekankan kasih sayang, kesantunan, tawasuth, dan toleransi. Analisisnya, sikap mudah mengkafirkan pihak lain disebabkan oleh banyak faktor, antara lain cara pandang keagamaan yang sempit, fanatisme dan keangkuhan dalam beragama, miskin wawasan, kurangnya interaksi keagamaan, pendidikan agama yang eksklusif, politisasi agama, serta pengaruh konflik politik dan keagamaan dari luar negeri, terutama yang terjadi di Timur Tengah. (Baca Da’i Penebar Kebencian dan sektarian Pasti Wahabi dan Kaum radikal)

“Akhir-akhir ini energi umat juga tersedot dalam persoalan pertentangan antara pengikut kelompok Sunni dengan Syiah. Muhammadiyah mengajak umat Islam, khususnya warga Persyarikatan, untuk bersikap kritis dengan berusaha membendung perkembangan kelompok takfiri melalui pendekatan dialog, dakwah yang terbuka, mencerahkan, mencerdaskan, serta interaksi sosial yang santun,” demikian bunyi bagian lain rekomendasi tersebut. (Baca Persatuan Sunnah-Syiah Pesan Ilahi Untuk Negri dari Ancaman Wahabi)

Ormas yang terkenal dengan gerakan pencerahan ini memandang berbagai perbedaan dan keragaman sebagai sunnatullah. Untuk mencegah semakin meluasnya konflik antara kelompok Sunni-Syiah di Indonesia, Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk mengadakan dialog intra umat Islam serta mengembangkan pemahaman tentang perbedaan keagaaman di antaranya dengan menyusun fiqh khilafiyah meminimalisir konflik horizontal. (SFA/MM/Detik)

2 Comments

2 Comments

  1. wababi sisapi

    August 8, 2015 at 5:51 pm

    Muhammaddyah adalah ormas cerdas dan maju, mampu berfikir jernih, tidak terjebak dalam isu murahan sunni syiah yg dijual kaum takfiri wahabi salafi. Bangga dengan Muhammadyah.

  2. Shiar Islam

    November 10, 2015 at 2:15 am

    Cukuplah sudah perpecahan yang ditimbulkan oleh golongan yang suka mengkafirkan sesama ummat Islam. Golongan ini merasa diri mereka sahaja yang benar, mereka begitu mudan menuduh orang lain kafir dan berbagai tuduhan palsu lainnya desebabkan sifat angkuh dan begitu mudah dipengaruhi aliran keras yang timbul dari hawa nafsu jahat ataupun pengaruh yang datangnya dari luar. Sepatutnya kita perlu kembali kepada al-Quran dan sunnah Nabi S.A.W yang senantiasa menyeru kita supaya menjaga ukhuwwah Islamiyah, persauadaraan sesama ummat Islam. Apalagi banyak usaha-usaha kearah itu yang telah dibuat dari zaman kezaman, Contohnya perhatikan kembali Risalah Aman yang telah dipersejui bersama oleh mereka yang bijak pandai dan pakar Islam, silakan rujuk ke website SHIAR ISLAM: http://www.shiar-islam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: