Editorial

Negara Khilafah Ala Nabi atau HTI Wahabi?

 

Salafynews.com, JAKARTA – Isu hangat yang kian menggubris hati dan pikiran seorang pemuda, kini mengambil langkah untuk memperjelas dan berusaha menjawab solusi dari sebuah permasalahan bangsa. Setiap orang tentu memiliki pemikiran masing-masing sesuai pengetahuan yang ia miliki, itu baru ilmu pengetahuan… bukan yang sembarang ikut mengikuti sesuatu yang belum ia cerna dan ketahui terlebih dahulu. (Baca HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI)

Nasionalisme

Pancasila, tentu kita mengetahui secara umum adalah rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Terdapat 5 pedoman yang terkandung dalam sebuah lambang negara Indonesia , yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sampai saat ini, negara kita masih menjalani 5 pedoman tersebut sebagai dasar mengambil langkah sistem kehidupan bangsa dan negara yang tertib dan aman. (Baca HTI Anggap Nasionalisme itu Sebagai Jahiliah Modern)

Berpedoman Pancasila sudah mutlak adanya karena berawal perjuangan dan pengorbanan kemerdekaan bangsa ini merupakan hasil dari jasa para pahlawan dan rakyat terdahulu yang notabene tidak melihat status sosial, suku bahkan agama. Itu semua tertuju atas dasar nama Indonesia.

Begitu juga dengan khilafah, HTI yang berfaham Wahabi mengklaim ingin menjadikan Indonesia menjadi negara Islam, jelas sudah bertentangan dengan Pancasila. Justru yang terpenting disini bukanlah menjadikan negara islam tetapi berupaya mungkin menciptakan kehidupan islami di masyarakat seperti halnya kehidupan di jaman nabi Muhammad SAW sampai kepada masa khilafah para sahabat yang bertoleransi memberi kebebasan kepada dengan pengikut yahudi dan nasrani dalam memeluk agamanya bahkan sebagian besar dari mereka datang dan belajar kepada ulama-ulama muslim guna menambah ilmu pengetahuan dalam bidang sains, kedokteran, teknologi dan lainnya. (Baca Wahabi, Radikalisme Diantara ISIS dan ATHEIS)

Para pecinta khilafah tidak nasionalis karena dianggap tidak ada kewajiban menyintai negerinya, tapi mencintai Islam, apakah mencintai negeri salah dan tidak Islami? Padahal pada masa zaman dulu para ulama membakar semangat para umatnya dengan mengatakan angkat senjata membela NKRI dan selalu mengumandangkan Hadis Nabi tentang cinta tanah air sebagain dari iman.

Menurut ketua PCNU Sumedang H Sa’dulloh mengatakan dihadapan umat pada saat perayaan HUT Kemerdekaan Ia berpesan kepada warga agar mewaspadai kelompok yang ingin mendirikan negara khilafah. (Baca Wahabi Agama rekayasa monarki saudi)

“Mempertahankan NKRI adalah harga mati untuk warga NU. Saat ini ada beberapa golongan yang ingin meruntuhkan NKRI, golongan tersebut ingin mendirikan negara khilafah di Indonesia dan ingin merubah dasar negara Pancasila. Kita warga NU harus berani melawan golongan tersebut. NU ikut mendirikan negara Indonesia, maka NU harus tetap menjaga keutuhan NKRI,” katanya. (SFA/MM/Kompas)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ideologi Khilafah Akar dari Terorisme di Dunia | VOA ISLAM NEWS

  2. slamet Julianto

    November 28, 2015 at 3:20 am

    Karena atas Ridho ALLAH SWT terhadap saya, sehingga PANCASILA sebagai Ideologi pandangan hidup saya tetap terjaga selamanya demikian pula ISLAM Sebagai Agama saya tetap menyala selama hayat dikandung badan .. Semoga ALLAH SWT berkenan mendengarkan dan mengabulkan tekad saya .. AMIN – AMIN YA ROBBIL ALAMIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: