Editorial

Negara Khilafah Bukan Sistem Islam Tapi Sistem Negara Teroris

Salafynews.com, JAKARTA – Ada beberapa golongan radikal yang keukeuh bahwa di dunia ini harus mendirikan negara yang bersyariat atau berideologi Islam secara total. Mereka mengatakan bahwa hukum yang dipakai oleh suatu negara adalah hukum ala Thagut. Tetapi yang aneh dan terasa bodoh, walaupun mereka kelompok radikal ini bukan orang yang bodoh dan tak berpendidikan, kalaulah negara-negara yang ada berhukum kepada “thagut” mengapa mereka masih menggunakan jasa bank, menggunakan mesin ATM untuk mengambil uang, masih menggunakan jasa para pengacara, masih senang menonton televisi, naik pesawat Terbang, naik sepeda motor, menggunakan fasilitas-fasilitas produk Amerika dan Israel. Kenapa? (Baca Mantan Wasekjen PBNU: Parade Tauhid Bentuk Propaganda Soft Gerakan Radikal dirikan Negara Khilafah)

Radikalisme Telah Menciderai Islam

Nabi Saw itu diperintahkan oleh Allah untuk menyeru dan mengajak manusia masuk ke dalam agama Islam, bukan untuk mendirikan negara Islam. Jadi bagaimana mungkin mendirikan negara Islam bisa menjadi sesuatu yang diwajibkan oleh kelompok radikal ini sedangkan Allah dan Nabi-Nya sendiri tidak mewajibkan begitu kepada umatnya ?

Ingat dalam sejarah, ketika Rasulullah wafat, beliau tidak mewasiatkan penggantinya. Maka berkumpullah para sahabat Muhajirin dan Anshar untuk bermusyawarah mencari pengganti Nabi. Dalam musyawarah tersebut, kaum Muhajirin mengajukan jagonya. Demikian juga kaum Anshar juga mengajukan jagonya. Dan akhirnya dalam musyawarah tersebut terpilihlah sahabat Sayyidina Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah pengganti Rasulullah (saw) secara demokratis. (Baca Hendropriyono Ternyata Benar Tentang Wahabi)

Demikian juga dengan terpilihnya Sayyidina Umar bin Khatab, Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, mereka diangkat menjadi khalifah melalui pilihan yang demokratis. Apakah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali yang menyetujui adanya pilihan demokratis ini juga kafir? Naudzu billah min dzalik. Jangan-jangan kelompok pedukung “Khilafah” mereka itu mendapat warisan dari kaum Khawarij yang mengkafirkan sahabat Utsman, Ali, Abu Musa Al Asy’-ari yang akhirnya mereka membunuh sahabat Ali R.a. Mereka adalah kaum yang mudah mengkafirkan orang yang tidak sefaham.

Apakah kita rela kalau nantinya dunia dan khususnya republik Indonesia ini hilang, kemudian diganti dengan imperium tirani “Khilafah” yang mereka cita-citakan dan mereka kuasai dengan berkedok Islam? Naudzu billah min dzalik. Padahal Produk seperti ini adalah produk gagal yang dibuat oleh “Khawarij” di Jazirah Arab sana.

Ternyata yang menjalankan dan ingin membentuk negara “khilafah” ini adalah IS/ISIS, kelompok Radikal, serta kelompok pengikut aliran sesat Wahabi yang notabene mereka adalah penganut agama yang keras dan sangat kaku sekali, dan mereka berpandangan bahwa pemerintahan Turki Utsmani yang runtuh pada tahun 1924 adalah sebuah Kekhalifahan, padahal jelas-jelas itu adalah Kerajaan. Kalaupun Turki Utsmani itu sebuah Khilafah, justru itu adalah bukti sejarah betapa Khilafah itu rapuh dan punah. (Baca Ideologi Wahabi Picu Demam Atheis di Timur Tengah)

Sungguh konyol ada yang berusaha menghidupkan Kembali “sistem” pemerintahan yang telah terbukti gagal itu. Mereka ngotot bahwa Khilafah adalah satu-satunya sistem atau bentuk pemerintahan yang Islami. Selainnya itu Kufur.

Mereka berpandangan akibat sistem sekuler negara bangsa, umat Islam terpecah belah dan terpisah karena batas-batas negara. Intinya mereka bercita-cita menyatukan semua umat Islam di seluruh dunia dalam satu naungan yang namanya Khilafah dan dipimpin oleh seorang yang disebut Khalifah, konsekuensinya adalah menghapus negara bangsa seperti Indonesia, Suriah, Irak, Libya, Malaysia, Mesir, dan seterusnya. Ini adalah khayalan hampa dan angan-angan kosong mereka, nyatanya mereka banyak membunuh dan melakukan kejahatan yang amat sadis dan kekejian mereka tak sesuai dengan Agama apapun apalagi menurut Islam. Jadi agama apa yang dianut oleh kelompok “khilafah” ini? (Baca Rasul Peringatkan Gerakan Radikalisme Wahabi)

Dan yang lebih dahsyat lagi anggaran-angaran mereka dalam rangka mendirikan negara “khilafah” dari Kerajaan Arab Saudi yang notabene mereka anggap sebagai negara Khilafah dan Raja Salman dianggap sebagai Sang Khalifah mereka, ini sudah nyata dan jelas sekali bahwa mereka adalah antek-antek Saudi yang berfaham Wahabi dan Wahabi adalah hasil rekayasa Inggris untuk memuluskannya menghancurkan Islam dan umat Islam dari diri Islam sendiri dengan cara seperti ini. (SFA/MM)

5 Comments

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: