Nasional

NEKAT.. Khilafah HTI Bojonegoro Adakan Muktamar Meski GP Ansor Menolak

Minggu, 01 Mei 2016,

SALAFYNEWS.COM, BOJONEGORO – Pasca Ketum GP Ansor perintahkan untuk bela Negara melawan gerakan Khilafah peneror dan pemakar NKRI, di beberapa daerah Ansor bergerak, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Cabang Bojonegoro menggelar apel bela negara dalam rangka menolak segala gerakan yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kota Ledre. Apel gabungan Ansor dan Banser itu digelar di halaman kantor PCNU Bojonegoro, Sabtu (30/4/2016). (Baca: Gus Tutut Instruksikan Banser-Ansor Tangkap Kelompok Penebar Anti Pancasila)

Sehari sebelumnya pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU Bojonegoro, Jum’at (29/4) mendatangi Polres Bojonegoro. Kedatangan badan otonom (Banom) NU yang membidangi kepemudaan itu ke aparat penegak hukum itu untuk mendesak larangan dilaksanakannya Muktamar PDM HTI Kota Bojonegoro, yang direncanakan Ahad (1/5) besok.

Para pengurus PC GP Ansor NU Bojonegoro berseragam, melayangkan surat pernyataan sikap nomor 24/PC/SR/IV/2016 kepada Kapolres Bojonegoro. Selain itu, surat tersebut juga ditembuskan ke PBNU, PP GP Ansor dan Satkornas Banser di Jakarta. Serta Gubernur, PWNU dan PW Ansor Jawa Timur. (Baca: INDONESIA DARURAT .. Bendera Negara Khilafah Dipajang dalam Peresmian Kantor HTI yang Dihadiri Walikota Bogor Bima Arya)

Ketua Ansor Bojonegoro, Abdullah Faizin menegaskan, selain menolak segala gerakan dan aktifitas HTI di kotanya, ia juga menolak dilaksanakannya Muktamar HTI yang akan dilakukan pada Minggu (1/5/2016), di gedung Serbaguna, Bojonegoro.

Kegiatan apel dan penolakan terhadap gerakan HTI di Bojonegoro tersebut sebagai bentuk bela negara. Sebab, HTI diduga membawa misi untuk penyebaran ajaran Khilafah Islamiyah atau pemerintahan islam.

“Muktamar HTI harus batal digelar, kami menolak seluruh aktivitasnya. Aparat kepolisian juga harus segera bertindak cepat, agak HTI di Bojonegoro tidak berkembang,” tegas Faizin. (Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI)

Dalam sambutannya, ia juga membacakan empat tuntutan dalam menyikapi adanya acara yang akan digelar HTI. Menurut dia, selama ini organisasi HTI tidak sehaluan dengan 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

“Negara Indonesia ini berazaskan Pancasila, sehingga jangan coba-coba merusak NKRI dengan azaz yang lain,” tandasnya.

Apel gabungan itu juga dihadiri Wakapolres Bojonegoro beserta anggotanya. Selain itu sejumlah personil TNI dan undangan lainnya juga hadir di kantor NU jalan Ahmad Yani, Bojonegoro. (Baca: Negara Khilafah Ala Nabi atau HTI Wahabi?)

Sementara itu, ketua HTI Bojonegoro, Antok Lutfi Yulianto mengaku tetap akan menggelar Muktamar tokoh umat. Kata dia, acara besuk bersamaan dengan muktamar HTI di beberapa wilayah di Indonesia. “Muktamar besok sudah mendapatkan izin dari pemangku kebijakan setempat, termasuk Polsek. Jadi kami akan tetap adakan acara tersebut,” katanya. (SFA/BerbagaiMedia)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: