Amerika

Noam Chomsky: Obama dan Hillary Clinton Opportunis

Salafynews.com, WASHINGTON – Salah seorang intelektual terkenal dunia dan ahli bahasa berkebangsaan Amerika, Noam Chomsky, mengatakan bahwa Presiden Barrack Obama adalah seorang opportunis dengan kebijakan-kebijakan yang mengerikan. Chomsky mengkritik habis-habisan penggunaan drone di Timur-Tengah dan transaksi perdagangan rahasia TPP oleh Amerika.

“Saya bukanlah salah satu dari mereka yang tertipu,” ungkap aktifis politik dan penulis berusia 86 tahun itu dalam sebuah wawancara dengan website WND. Chomsky mengatakan bahwa ia tidak kecewa kepada presiden Obama, ia bahkan tidak berharap apapun padanya.

Obama dan Hillary“Saya menulis tentangnya sebelum pemilu di tahun 2008, dihalaman webnya, obama berpura-pura, dan bagi saya ia adalah seorang opportunis,” ungkap Chomsky menambahkan bahwa kebijakan kebijakan yang dibanggakan Obama baginya justru mengerikan.

Intelektual itu juga tidak menunjukkan optimisme terhadap pencalonan Hillary Clinton sebagai presiden. Ketika ditanya tentang apakah ia melihat ada perbedaan antara kandidat-kandidat presiden nanti dengan Obama, Chomsky menggambarkan para kandidat presiden 2016 termasuk Hillary Clinton adalah sama saja dengan Obama, sama-sama seorang oportunis, ”hanya mungkin lebih militan”.

Chomsky juga mengatakan bahwa ia kecewa dengan pemilu AS secara umum, menurutnya pemilihan terakhir pada November 2014 menunjukkan sudah ditinggalkannya keyakinan terhadam sistem demokrasi.

“Partisipasi pemilih berada di level yang sama dengan di awal abad ke-19 ketika kepemilikan waralaba hanya terbatas pada laki-laki kulit putih saja,” ungkap penulis lebih dari seratus buku itu.

Sambil mengkritik sistem penanganan kesehatan AS, politik Israel dan refleksi sejumlah peristiwa bersejarah di abad 20, termasuk perang dunia kedua dan  kepresidenan John F Kennedy selama krisis Perang Dingin 2, ayah tata bahasa modern itu sangat mengkritik kebijakan politik militer Obama di Timur-Tengah.

Kampanye drone Obama yang bisa menargetkan siapapun yang diinginkan  bagi Chomsky berarti sebuah cara yang menyatakan bahwa gedung putih bisa seenaknya memutuskan seseorang bersalah begitu saja jika orang itu dianggap  membahayakan Amerika.

“Jika negara lain melakukan hal seperti itu, misalkan Iran,  maka kita akan menganggapnya sebagai pembenaran untuk melakukan perang nuklir,” tambahnya.

Berbicara mengenai kontroversi di belakang kesepakatan Trans-Pacific Partnership (TPP) yang sedang dinegosiasikan secara tertutup oleh pemerintahan Obama, Chomsky mengatakan bahwa kesepakatan itu tidak seperti apa yang dipublikasikan.

“Katanya ini adalah kesepakatan perdagangan bebas, tapi tidak,” ungkap Chomsky kepada WND.  Chomsky mengatakan bahwa walaupun tidak ada detail yang dipublikasikan ” karena hal ini benar-benar rahasia”, namun dari semua indikasi, seperti semua kesepakatan lain,  kesepakatan ini bukanlah kesepakatan perdagangan  bebas. Ini adalah kesepakatan hak –hak investor. “Idenya adalah bahwa pemerintahan Obama ingin mendorong terjalinnya kesepakatan tanpa adanya diskusi publik,” tambah  Chomsky. (lm/rt)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: ARMAGEDDON! Amerika dan Dunia Dibawah Kepresidenan Hillary Clinton | ArrahmahNews

  2. Pingback: Inilah Bukti Hillary Clinton Antek Zioinis ‘Israel Adalah Pelita Cahaya Di Dunia’ | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: